Begini Alur Perizinan RS Kasih Bunda yang Bikin Walkot Cimahi Tersangka KPK

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 16:17 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna
Ajay M Priatna (Foto: Kadek/detikcom)
Cimahi -

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna resmi menjadi tersangka kasus suap perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda.

Berdasarkan keterangan Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers menyebutkan Ajay dijanjikan hadiah dari pengusaha berinisial HY senilai Rp 3,2 miliar. Namun Ajay sudah lima kali menerima hadiah berupa uang sejak 6 Mei hingga 27 November 2020.

Bagaimana sebenarnya alur perizinan pembangunan rumah sakit yang ada di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi itu? Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi Hella Haerani, perizinan perluasan pembangunan rumah sakit diawali dari perizinan menjadi RSU pada tahun 2012 lalu menambah luas bangunan pada tahun 2014.

"Awalnya itu kan dulu klinik, lalu pada 2012 berubah jadi RSU. Di tahun 2014 mereka izin menambah bangunan. Kemudian mereka mengurus lagi izin penambahan bangunan pada tahun 2019," ungkap Hella saat ditemui detikcom, Senin (30/11/2020).

Rencananya, pihak rumah sakit akan membangun gedung baru setinggi 14 lantai. Namun ada perubahan rancangan bangunan menjadi hanya 10 lantai. Pihaknya sendiri sudah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 14 lantai pada 14 Januari 2019.

"Rencananya membangun 14 lantai tapi berubah jadi 10 lantai. IMB pertama (14 lantai) sudah keluar tapi akhirnya dirubah lagi. Nah IMB perubahan lantai belum keluar karena ada syarat yang belum dipenuhi yaitu pengesahan gambar," terangnya.

Hella memastikan proses perizinan yang ditempuh oleh pihak rumah sakit sesuai aturan. Hingga beberapa waktu sebelum Ajay terjaring OTT KPK, pihak rumah sakit masih mengurus perizinan.

"Proses perubahan dilakukan masih ada kekurangan syarat (gambar pengesahan) jadi IMB belum keluar. Sampai kemarin (sebelum OTT) pun masih mengurus izin," bebernya.

Hella sendiri menjadi salah satu pejabat Pemkot Cimahi yang turut digelandang ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus suap yang dilakukan Wali Kota Cimahi.

"Ditanya soal proses perizinan. Kami menjawab proses izin sesuai dengan aturan yang memang kita keluarkan. Izin mengalir seperti biasa. Kalau di luar itu nggak tahu seperti bagaimana, apakah Pak Wali Kota (Ajay) sebagai pengusaha atau apa engga tahu," ucapnya.

Hella sendiri hanya diminta keterangan dengan statusnya sebagai saksi. Ia diperbolehkan pulang pada Sabtu (28/11/2020) pukul 15.00 WIB.

(mud/mud)