Tekan Kemiskinan-Pengangguran, Pemkab Sumedang Bikin Pusat Pelatihan

Muhamad Rizal - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 21:27 WIB
Bupati Sumedang resmikan pusat pelatihan untuk menekan pengangguran
Bupati Sumedang resmikan pusat pelatihan untuk menekan pengangguran (Foto: Istimewa)
Sumedang -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang telah meresmikan meresmikan Program Skill Development Center/SDC (Pusat Pengembangan Keahlian Kabupaten Sumedang) di laksanakan di UPTD BLK Sumedang, Kamis (26/11/2020). Hal tersebut untuk dapat melatih masyarakat agar memiliki keahlian dalam pengembangan keterampilan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan launching Pelatihan Skill Development Center (SDC) merupakan pusat dari pengembangan keterampilan dan keahlian yang di selenggarakan antara Pemkab Sumedang dengan BBPLK Bandung, Kemenaker RI dibantu juga dengan ITB.

"Disini kita melatih masyarakat supaya mempunyai keahlian di beberapa bidang dan hari ini yang di launchingkan adalah budidaya jamur, pembenihan lele, pembibitan lele, sayur dan buah buahan," kata Dony.

Menurutnya, pelatihan SDC ini berbeda dengan pelatihan lainnya, sebab hasil yang mereka peroleh dapat langsung dijual kepada pembeli. Sehingga tidak akan sulit untuk mencari pembeli.

"Pelatihan ini langsung ada buyernya atau pembelinya. Jadi pasarnya jelas, selain itu peserta mendapat ilmu dibantu juga untuk pembibitan dan bahan olahannya, sesudah berhasil langsung ada buyernya," katanya.

Selain memiliki buyer, kata Dony peserta pelatihan juga nantinya mempunyai keahlian dan dapat kelebihan pendapatan, setelah itu tinggal fokus pada kontinuitas.

"Jadi program ini betul-betul akan menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan," ucap Dony.

Menurut Bupati "link and match" seperti inilah yang akan dikembangkan, termasuk pelatihan untuk disalurkan ke industri-industri yang ada di Kabupaten Sumedang.

"Misalnya ahli jait akan kita masukan ke industri di daerah Cimanggung, pelatihan otomotif akan kita masukan ke industri otomotif. Jadi kita cari dulu pasarnya, pasar untuk produk yang dibuat dan pasar bursa tenaga kerja untuk produk yang di latih," ucapnya.

Terakhir Bupati mengatakan permodalan saat ini di suport langsung oleh Kemenaker, sehingga untuk tambahan modal bisa diajukan ke Bank Sumedang atau Bank bjb.

"Saat ini dengan ada bantuan peralatan dan pengolahannya pun peserta sudah bisa mempunyai usaha. Jika ini berkembang kita akan bantu dari modal perbankan," ungkap Dony.

Kepala BBPLK Bandung Kemenaker RI, Aan Subhan mengatakan adanya program SDC tersebut adanya sinergitas antara perusahaan, akademisi, dan government.

"Jika saja dari sinergitas ini akan terjadi sinergitas maka saya yakin pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, akan bisa di lakukan di SDC ini," ungkapnya.

Bahkan kata Aan, dalam rangka mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan, maka SDC ini harus membuat rencana agar pengangguran dan kemiskinan dapat diatasi.

"Jadi tahun per tahun harus ada progres, ada yang di entaskan yaitu kemiskinan dan pengurangan pengangguran," ujar Aan.

Aan SDC Sumedang bisa berkolaborasi juga dengan tiga kementerian dan satu badan usaha, maka SDC ini harus berkolaborasi dengan industri, akademisi, dan government.

"Tim SDC harus bisa berkolaborasi dengan kementerian tenaga kerja, kementerian pendidikan, kementerian perindustrian dan Bapenas. Selain itu Pemkab harus berkomitmen untuk mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan. Inilah yang disebut konsep dari SDC," tutur Aan.

(mud/mud)