Debat Pilkada Tangsel, 3 Paslon Langsung Adu Gagasan soal Pembangunan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 20:21 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Pilkada (Andhika Akbaransyah)
Tangerang Selatan -

Debat Pilkada Tangsel tahap pertama antara tiga pasangan calon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, nomor urut 2 Siti Nurazizah-Ruhamaben dan nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan langsung adu visi misi. Ketiganya terlihat percaya diri di sesi pertama debat.

Muhamad-Saras langsung bicara soal mensejahterakan Tangsel berdasarkan Pancasila dan UUD 45 yang dibingkai NKRI. Visinya adalah mewujudkan pelayanan tanpa membedakan suku, agama, ras dan budaya.

"Kami akan melaksanakan Tangsel amanah, nyaman dan happy," kata Muhammad di debat tahap pertama yang disiarkan secara langsung, Tangsel, Minggu (22/11/2020).

Wakilnya, Saraswati mengataan bahwa keberagaman bisa jadi kebanggaan warga Tangsel. Keberagaman ini rentan terhadap ketimpangan sosial dan konflik. Ia menyebut bahwa Tangsel terlihat ada ketimpangan.

"Ketimpangan sosial nyata di Tangsel. Kami yakin warga beragam ini jika bersatu, Tangsel bisa transparan, akuntabel," ujarnya.

Pasangan ini kata Saras tidak ingin menghadirkan pemimpin otoriter. Pembangunan melibatkan semua pihak dan gotong royong.

Pasangan nomor 2 Azizah-Ruhama mengaku sudah berkunjung ke 7 kecamatan dan 54 kelurahan. Mereka menemukan ada dua masalah utama. Pertama adalah kepemimpinan, pekerjaan rumah daerah masih banyak dan belum selesai bahkan terjadi oligarki politik.

"Ketimpangan semakin dalam. Ditambah pemerintah belum mampu mengimbangi pengembang swasta dalam menghadirkan infrastruktur baik. 60 persen menginginkan perubahan," kata Azizah.

Kedua katannya Tangsel belum ada pemerataan. Pasangannya memiliki program insentif pemberdayaan masyarakat berbasis RT dan RW.

"Cara tersebut akan kita gunakan penuh termasuk partisipasi masyarakat," ujarnya.

Benyamin-Pilar menyebut bahwa Tangsel terus berkembang sesuai perubahan zaman. Daerah ini awalnya hanya 900 ribu penduduk namun terus bertambah dan sekarang sampai 1,7 juta jiwa.

Benyamin mengatakan, bahwa Corona mempengaruhi kehidupan warga. Ini katanya harus ditangani dengan baik.

"Tentu ini perlu ditangani dengan baik tepat dengan kebijakan pemerintahan kita yang melibatkan stakeholder pemerintah," ujarnya.

Pilar menambahkan bahwa Tangsel memiliki banyak penghargaan mulai dari smart city, kota layak anak, layan huni dan menerima predikat WTP dari BPK. Pasangan ini katanya akan mempertahankan prestasi-prestasi tersebut.

"Kami pasangan akan mempertahankan dan meningkatkan prestasi diraih Tangsel," ujarnya.

(bri/mso)