Round-Up

Menengok Kembali Proyek Investasi Bernilai Triliunan Rupiah di Jabar

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 16:36 WIB
Ilustrasi Subsidi Bunga
Foto: Ilustrasi (shutterstock).
Bandung -

Meski masih dalam situasi pandemi COVID-19, Pemprov Jabar kejar target investasi dengan nilai ratusan triliun. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, Jabar masih menjadi incaran para investor.

Cukup mencengangkan, investasi Rp 380 triliun ditargetkan masuk ke Jabar. Nilai itu, jauh lebih tinggi dari realisasi investasi pada Semester I 2020 yang mencapai Rp 86,3 triliun.

"Selama Pandemi (investasi) malah meningkat sampai Rp 380 triliun, komitmen realisasi investasi menunjukkan Jawa Barat disukai dan dicintai investor," kata Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil dalam acara WJIS 2020 di Savoy Homann, Bandung, Senin (16/11) lalu.

Informasi yang dihimpun dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Jabar, rincian investasi yang masuk tahapan persiapan senilai Rp 347 triliun yang terdiri dari 11 perusahaan global dan nasional, termasuk Hyundai dan Amazon.

Selain itu, investasi yang masuk tahap komitmen Rp 4,01 triliun terdiri dari lima proyek garapan BUMD dengan sejumlah pihak dan 16 proyek yang siap ditawarkan di ajang WJIS 2020 senilai Rp 40 triliun.

Dari sekian banyak investor, perusahaan raksasa teknologi yakni Amazon besutan orang terkaya di dunia Jeff Bezos, bakal membangun infrastruktur pusat data di Jabar.

"Amazon, salah satu perusahaan digital terbesar, menurut saya Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia karena dia telah menginvestasikan sekitar Rp 30 sampai Rp 40 triliun untuk membangun pusat data," ucap Kang Emil.

Menurutnya, inovasi digital menjadi salah satu hal penting karena suka atau tidak, semua orang mulai beralih ke digital.

"Jadi saya sangat bangga Jawa Barat memiliki tulang punggung data center yang dapat melayani tidak hanya Indonesia tetapi juga perusahaan digital di ASEAN," sebutnya.

Sementara itu, Kepala DMPTSP Jabar Noneng Komara mengatakan, ada beberapa faktor yang memicu tingginya nilai investasi di Jabar. Faktor tersebut di antaranya realisasi, eksekusi investasi mangkrak, komitmen dan tawaran proyek investasi.

Investasi dari kategori persiapan akan bergulir dalam 3-5 tahun ke depan. Sementara itu, pada periode Januari hingga September 2020 sendiri, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp 86,3 triliun dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

Dari berbagai investasi yang ada, lima sektor yang paling diminati investor yaitu konstruksi; transportasi, gudang & komunikasi; perumahan, kawasan industri & perkantoran; listrik, gas & air; serta industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain.

"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin & elektronika, industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, serta transportasi, gudang & komunikasi," kata Noneng.

"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin & elektronika, industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, serta transportasi, gudang & komunikasi," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2