Cegah COVID-19, Walkot Cimahi Minta Ponpes Tak Terima Tamu Luar Daerah

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:56 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay Priatna
Foto: Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna (Whisnu Pradana/detikcom).

KBM Tatap Muka

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Bandung Barat mendukung rencana pelaksanaan sekolah tatap muka seperti disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Sebelumnya Nadiem Makarim memperbolehkan pemerintah daerah memberi izin bagi sekolah untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Kendati demikian, terdapat sejumlah larangan terkait kegiatan yang memicu terjadinya kerumunan.

"Kami yakin semua bakal mendukung, pihak sekolah pun saya kira siap menjalankan protokol 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) ketika proses pembelajaran sudah berlangsung," ungkap Wakil Ketua KPAI Bandung Barat Prihatin Mulyati, saat dihubungi Minggu (22/11/2020).

Selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pihaknya sering mendapat keluhan dari wali murid yang menilai bahwa materi belajar daring yang diberikan guru saat belajar di rumah sangat banyak dan membebani anak dan orangtua.

"Orangtua harus membagi waktu antara mendidik anaknya dengan waktu bekerja. Kalau kelewat batas karena anaknya sulit diatur, terkadang orangtuanya jadi kesal dan memarahi anaknya," katanya.

Meski demikian, rencana menggelar pembelajaran tatap muka dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah tapi sebaiknya patut dicoba dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Apalagi, sebagian besar kecamatan di Bandung Barat sekarang berada di zona hijau.

"Kalau siswa SMA mungkin sudah mengerti bagaimana menaati protokol kesehatan. Tetapi untuk murid SD atau Paud harus lebih ketat, gurunya wajib mengawasi aktivitas di lingkungan sekolah," ujarnya.

Halaman

(mso/mso)