Survei LSI Denny JA: Dadang-Sahrul Ungguli 2 Pesaingnya di Pilbup Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 16:07 WIB
Ilustrasi Pilgub Jabar
Foto: Ilustrasi (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang, Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei untuk pasangan calon di Pilbup Bandung. Dalam surveinya, elektabilitas paslon Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan mengungguli dua paslon lainnya.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pasangan nomor urut 3, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan mengantongi elektabilitas sekitar 45,9 persen. Pasangan tersebut mengungguli Kurnia Agustina-Usman Sayogi sekitar 28,9 persen sedangkan Yena Masoem-Atep sekitar 13,4 persen.

Peneliti senior LSI Denny JA Toto Izul Fatah mengatakan potensi kemenangan pasangan Dadang-Sahrul terlihat dari beberapa variabel penting dalam survei. Di antaranya, seperti gender, usia, suku, agama, ormas, tingkat pendidikan, penghasilan, profesi, bahkan pemilih parpol.

"Keunggulan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan ini juga terpotret merata di hampir seluruh daerah pemilihan (dapil). Kecuali di dapil 5 seperti Majalaya, Paseh, Ibun dan Solokanjeruk yang cukup kompetitif dukungan untuk Paslon Kurnia-Usman," kata Toto dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (16/11/2020).

Survei LSI Denny JA yang dilakukan pada 2-6 November 2020 tersebut digelar untuk melihat kecenderungan pemilih pada Pilbup Bandung. Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka dengan margin of error' 4,8%. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 440 orang di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Selain itu, kata Toto, ada faktor lain yang dimiliki setiap pasangan, di antaranya faktor pemilih militan dari setiap pasangan. Secara personal, Dadang Supriatna mengantongi pemilih militan sekitar 24,5 persen. Kemudian Kurnia Agustina sekitar 18 persen dan Yena Masoem 5,0 persen.

Kemudian, Dadang Supriatna mengungguli Nia dari segi popularitas di masyarakat. Dadang berada pada angka 68,2 persen sedangan Nia 67,0 persen. Sementara dengan calon Wakil Bupati, Sahrul masih menjadi yang terpopuler dibanding calon wabup lainnya yakni, 91,6 persen.

"Untuk tingkat kesukaan, Dadang Supriatna masih yang tertinggi dengan 79,0 persen, disusul Nia dengan 75,6 persen. Sedangkan Sahrul memiliki tingkat kesukaan paling tinggi di angka 87,6 persen, disusul Atep (79,6 persen), dan Usman (78,7 persen)," ungkapnya.

Meski begitu, peluang menang bagi paslon lain masih terbuka yakni adanya soft supporter yang cukup besar sekitar 52,2 persen. Soft supporter masih dapat diperebutkan oleh setiap paslon.

"Tapi dari pengalaman LSI melakukan survei selama ini, tidak mudah buat setiap pasangan bisa memperoleh dukungan suara dalam waktu yang kurang dari satu bulan ini. Apalagi untuk bisa merebut separuh dari 52,2% itu. Hanya tsunami politik dan money politics yang bisa mengubah peta dukungan secara drastis. Bahkan, bisa membuat hasil survei meleset jauh," ucap Toto.

Mengenai peran partai dalam menyumbang elektabilitas pasangan, temuan survei mengungkapkan tak berbanding lurus antara dukungan partai dengan kemenangan. Ini juga yang terjadi dengan pasangan Kurnia-Usman yang diusung Partai Golkar sebagai pemenang Pileg 2019 lalu.

"Dalam konteks perilaku pemilih di kabupaten Bandung, mayoritas yakni sebanyak 80,0 persen masyarakat memilih lebih karena pertimbangkan personal atau sosok calonnya. Hanya 16 persen saja yang memilih karena pertimbangan partai pengusung," ujar Toto.

Lihat juga video 'Bawaslu Paparkan Potensi Pelanggaran di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)