Dianggap Langgar Kode Etik ASN, Din Syamsudin Dilaporkan Alumni ITB

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 19:46 WIB
Din Syamsudin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah
Din Syamsudin (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Bandung -

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) melaporkan Din Syamsudin atas dugaan pelanggaran disiplin atau kode etik Pegawai Negeri Sipil kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lima orang delegasi anggota GAR ITB melakukan pelaporan langsung ke KASN Jakarta pada Selasa kemarin (11/10). Delegasi tersebut bertindak mewakili 2.075 anggota GAR alumni ITB lintas angkatan dan lintas jurusan yang mendukung diterbitkannya laporan GAR ITB bernomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020.

Juru Bicara GAR ITB, Shinta Madesari mengatakan, awalnya surat laporan tersebut sudah dilayangkan melalui email pada Oktober 2020 lalu. "Saat itu kami kirim ke KASN via email dan pos. Nah kemarin itu kami datang sendiri ke KASN untuk menyerahkan secara langsung laporan yang sama, agar dapat lebih diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh KASN," kata Shinta saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, dilihat detikcom dalam surat laporan tersebut mencantumkan Din Syamsudin sebagai terlapor sekaligus anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB yang dianggap telah melakukan pelanggaran.

"Setelah mencermati secara saksama pernyataan-pernyataan, sikap, serta sepak terjang. Terlapor selama lebih dari satu tahun terakhir ini, GAR ITB menilai bahwa Terlapor telah melakukan pelanggaran yang substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS)," isi surat laporan GAR ITB.

Pihak GAR ITB juga mencantumkan beberapa data pelanggaran yang mereka miliki dengan keterangan waktu dan deskripsi tindakan Din Syamsudin. Setidaknya ada enam pelanggaran yang dilaporkan Shinta dan yang lainnya.

"Kita melaporkan kepada KASN sesuai data yang kita dapat. Concern kami, agar ASN yang berada dalam lingkungan ITB dapat mentaati norma dan etika ASN sesuai peraturan dan UU yang ada. Pembiaran untuk kasus ini akan jadi preseden buruk bagi penegakan disiplin ASN," pungkasnya.

Lihat juga video 'Firli Bahuri Terbukti Langgar Kode Etik KPK':

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2