ADVERTISEMENT

Pantau Pengurangan Kantong Plastik, DLH Sukabumi Datangi Toko-Minimarket

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 14:18 WIB
Kepala DLH Sukabumi Dedah Herlina pantau penerpan Perbup Sukabumi nomor 81 tahun 2019.
Foto: Kepala DLH Sukabumi Dedah Herlina pantau penerapan Perbup Nomor 81/2019.
Sukabumi -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memantau pelakasanaan Peraturan Bupati (Perbup) Sukabumi nomor 81 tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib, dan Asri (Bestari). Dalam Perbup tersebut diatur soal pengurangan penggunaan kantong plastik.

Pemantauan itu dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan itu dilakukan di sejumlah toko mulai dari mini market di Palabuhanratu hingga pasar swalayan sejak satu tahun pemberlakuan dan sosialisasi Perbup tersebut.

"Jadi pengurangan plastik ini terhitung hari ini, ini prosesnya sebetulnya sudah cukup lama sudah satu tahun yang lalu melalui Perbup 81 tahun 2019, sosialisasinya sudah cukup lama mudah-mudahan ini bisa berhasil penggunaan kantong plastik berkurang," kata Dedah Herlina, Kadis DLH Kabupaten Sukabumi kepada awak media, Rabu (11/11/2020).

Hasil pantauan, Dedah mengatakan pengurangan penggunaan kantong plastik ini mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Ia juga mendapati beberapa pusat perbelanjaan sudah lama meninggalkan kantong plastik dan memilih bahan yang ramah lingkungan.

"Kalau saya belanja di beberapa pusat perbelanjaan ternyata sudah cukup lama tidak menggunakan kantong plastik. Saya juga secara pribadi setiap belanja sudah bawa tas sehingga bisa dipakai berulang kali. Kalaupun masih ada masyarakat atau toko yang kedapatan masih mengeluarkan kantong plastik ada sanksi administrasi mulai dari sekarang," ucap Dedah.

Dedah menjelaskan Perbup tersebut mengatur soal rencana besar pemerintah daerah untuk pengurangan sampah yang bersumber dari kantong plastik. "Kebijakan startegi daerah untuk mengurangi sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga yang di hasilkan dari selain rumah tangga ini salah satunya yang memicu diberlakukannya seperti ini mengurangi sampah kantong plastik ini, juga program bestari bersih tertib dan asri," lanjut dia.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup Denis Eriska menjelaskan pengurangan penggunaan kantong plastik sudah dilakukan secara bertahap. Dengan harapan warga memilih kantong yang lebih ramah lingkungan.

"Penggunaan plastik sementara ini kan dipilah kemudian di jual ke pihak ketiga itu ketika sampah plastiknya dikumpulkan, nah yang sekarang kita lakukan adalah mengurangi sehingga volume sampah plastik berkurang," kata Denis.

"Makanya kita dorong para konsumen di berikan pilihan belanja nya pakai kantong kain sehingga ke depan penggunaan kantong plastik sekarang memang konsumen beli dulu nantinya kan bisa di pakai lagi kalau mau belanja tinggal di bawa lagi, untuk belanja berikutnya di harapkan akan pakai itu lagi tidak lagi membeli lagi" tambah dia.

Denis berharap ke depan penggunaan kantong plastik tidak lagi menjadi tren atau kebiasaan masyarakat ketika berbelanja. Karena saat ini keberadaan sampah plastik menjadi persoalan lingkungan.

"Selama ini jumlah penggunaan sampah kantong plastik yang dihasilkan sekitar 17 persen dari volume sampah, target ke depan kita ingin benar benar penggunaan kantong plastik ini menurun ya paling tidak di bawah 17 persen, nanti kita evaluasi secara berkala," harap Denis.

(sya/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT