Cerita Asmin Soetjipta Sniper Cianjur yang Ditakuti Penjajah

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 10:16 WIB
The coalition has been using snipers to take out ISIS chiefs and their affiliates in Syria and Iraq in lieu of an all-out ground war. (news.com.au)
Ilustrasi penembak jitu (Foto: news.com.au)
Cianjur -

Asmin Soetjipta alias A. Sucipta, mungkin tak banyak yang tahu tentang kisah perjuangan pahlawan Cianjur ini. Padahal mantan guru tersebut tersohor pada masa perjuangan sebagai sniper dari Cisarandi.

Asmin sebenarnya bukan orang Cianjur asli, namun merupakan seorang pendatang dari Rangkasbitung, Banten. Ia mengembara ke Cianjur, beberapa tahun sebelum Jepang datang ke Indonesia.

Dia tinggal di Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, dan menjadi guru di Landbouwschool Bojongkoneng. "Dia pendatang ke Cianjur, di Cisarandi sebagai guru," ujar Hendi Jo, sejarawan asal Cianjur, Rabu (11/11/2020).

Di Cisarandi, Asmin berteman baik dengan Lurah Desa Cisarandi pada kala itu, yakni Muhammad Toib Zamzami. Bahkan kedekatannya membuat Asmin menjadi mantu, usai menikahi Sitti Aisyah anak sang lurah dan dikaruniai dua putra.

Asmin juga menjadi 'jawara' yang menjaga keamanan desa yang berada kawasan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Bukan hanya karena statusnya yang merupakan menantu lurah, kepercayaan itu diberikan lantaran Asmin dikenal menguasai pencak silat.

Curi Senjata Sekutu hingga Dikenal Sniper dari Cisarandi

Aksi perjuangan Asmin bermula pada 1945-1946. Pada saat itu jalan raya di Desa Cisarandi kerap dilewati oleh konvoi tentara-tentara Inggris dari kesatuan Jats, Rajuptana dan Patiala yang berkebangsaan India.

Para prajurit ternyata sering bertindak di luar kontrol, mulai dari mengganggu gadis-gadis bahkan tak jarang merampok harta benda penduduk Cisarandi. Hal itu membuat Lurah Cisarandi berang. Asmin pun diajak mertuanya untuk mengadakan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan pasukan-pasukan Inggris itu.

Asmin pun diminta untuk mengambil senjata dari pasukan musuh. Esoknya, Asmin sudah berangkat ke wilayah Cianjur kota dengan berjalan kaki. Ketika di pertigaan Kampung Tangsi (sekarang depan Gedung BRI Cianjur di Jalan A.Sucipta), ia berpapasan dengan beberapa orang serdadu Inggris.

Dengan cepat, ia membekuk salah seorang prajurit yang berjalan paling belakang dengan pencak silatnya. Usai prajurit dilumpuhkan, Asmin lalu merampas senapan Lee Enfield milik prajurit itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3