2 Pembunuh Edward Divonis Seumur Hidup, Anak Korban: Putusan Adil

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 22:40 WIB
Jasad Edward Silaban dievakuasi tim Inafis Polresta Bandung di dasar jurang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (3/2/2020). Pria penagih utang tersebut dibunuh dan dibuang mayatnya oleh pegawai kedai ramen.
Evakuasi mayat Edward Silaban dari dasar jurang. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Luki Teja dan Ridwan Maulana, dua terdakwa atau pelaku utama pembunuhan Edward Silaban, divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung, Selasa (10/11/2020). Keluarga korban menerima atas putusan hakim tersebut.

Franky Simpson (35), anak sulung Edward Silaban, mengatakan keputusan hakim dinilai adil bagi keluarga. Franky mengetahui betul proses berjalannya persidangan sejak awal hingga akhir ini.

"Ya puji Tuhan, saya dan keluarga bersyukur banget karena putusannya sesuai dengan tuntutan jaksa dan keluarga juga. Kami kira ini adalah putusan yang seadil-adilnya," ujar Franky.

Sementara itu, ia pun menuntut agar utang pelaku untuk segera dibayar. Dari total utang sekitar Rp 150 juta, sisa uang yang belum dibayarkan sekitar Rp 90 juta.

"Selain kehilangan orang tua, kami juga kehilangan materi. Jadi kami harap apabila ada upaya hukum atau aparat yang bisa membantu kami, supaya kami bisa menerimanya," kata Franky.

Dalam persidangan terungkap bahwa Edward Silaban dihabisi Luki Teja yang dibantu Ridwan Maulana. Tiga terdakwa lainnya, Saepuloh Ramdani, Dedi Setiadi, Dani Muhammad, dinyatakan tidak memenuhi bukti dalam perkara ini, sehingga hakim membebaskannya.

Kasus pembunuhan tersebut dipicu persoalan utang. Luki, manajer kedai ramen di Kabupaten Bandung, meminjam duit Rp 150 juta kepada Edward. Lantaran sisa utangnya tak mampu dibayar, Luki membunuh Edward di kedai ramen tersebut. Jasad Edward dibuang pelaku ke jurang di Kabupaten Bandung Barat.

(bbn/bbn)