Jabar Hari Ini: Kisah Aa Gatot Islamkan Napi-Tukang Rujak Berparas Cantik

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 19:55 WIB
Gatot Brajamusti dimakamkan di TPU Cikiray Kidul, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/11/2020).
Foto: Pemakaman Gatot Brajamusti (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Senin (9/11/2020). Dari mulai cerita almarhum Gatot Brajamusti yang mengislamkan napi di lapas hingga sejumlah kios di Pasar Baru Bandung ditinggalkan oleh para pedagang.

Cerita Gatot Brajamusti Islamkan Napi di Lapas Cipinang

Dudung, ayah kandung almarhum Gatot Brajamusti mengisahkan, sebelum kepergian anaknya di usia 58 tahun ia mendapatkan kabar baik saat Gatot menjalani hukuman penjara di Lapas Cipinang.

Pihak keluarga mendapat telepon dari seseorang menanyakan kabar kepergian Gatot. Orang tersebut mengaku baru saja diislamkan oleh Gatot.

"Anak saya berperilaku sangat baik, kalau saya menyaksikan. Ada keluarga yang menerima telepon, dia mengaku baru beberapa hari yang lalu saya di islamkan oleh Gatot. Kemudian di lapas itu, ada 6 sampai 7 orang yang masuk Islam dan belajar ngaji dengan Gatot," kata Dudung.

Dudung menyebut, putranya sudah cukup lama memiliki riwayat diabetes menahun. Selain itu, kondisi Gatot semakin memburuk saat menjadi penghuni lapas. Bahkan Gatot juga pernah mengalami stroke.

Dudung meyakini, putranya itu meninggal dalam keadaan baik dan memohonkan maaf atas kesalahan putranya semasa hidup.

"Ya mudah-mudahan diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya," paparnya.

Salah satu anak, Gatot bernama Dallas,juga turut meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh ayahnya. Permintaan maaf itu disampaikan, usai melakukan serah terima jenazah di RS Pengayoman, Jakarta Timur, Minggu (8/11).

"Mohon maaf ya mas ayah saya sudah meninggal. Mohon di maafkan ya kalo ada salah," ujarnya.

Keluarga sangat kehilangan, dengan sosok Gatot. Tak hanya keluarga, warga Sukabumi pun mengaku kehilangan dengan sosok Gatot.

"Saya merasa kehilangan sekali, beliau adalah sosok yang baik, beliau adalah orang yang dermawan, beliau selalu menyantuni dan mengayomi masyarakat sekitar di sini khususnya jamaah masjid," kata salah satu warga Sukabumi, Nulhakim Albana (33).

Menurutnya, Gatot adalah figur yang sangat mulia di kalangan masyarakat Cikiray Sukabumi fan juga berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di kampung tersebut.

"Beliau salah satu orang yang mulia bagi masyarakat Cikiray, beliau adalah salah satu donatur yang memberangkatkan para ustad-ustad yang sudah berkontribusi dalam mengemban dan membina umat," ujarnya.

Gatot juga kerap memberangkatkan para ustad umroh dan membangun masjid yang ada di Sukabumi.

"Banyak sekali jamaah pengajian yang sudah beliau umrohkan dan tidak sedikit juga kebaikan-kebaikan beliau dalam kontribusi seperti pembangunan masjid ini. Beliau adalah salah satu donatur utama dan setiap Idul Adha beliau selalu menyempatkan untuk berkurban dan berbagi dengan masyarakat sekitar," ucap Lukman.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5