Badru Cerita Sempat Di-BAP Polisi Gegara Posting Ibu Hamil Ditandu

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 11:33 WIB
Badrudin (pakai kemeja) didampingi keluarga.
Foto: Badrudin (pakai kemejad) didampingi keluarga (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Lebak - Badrudin alias Badru mengaku sempat diperiksa dan di-BAP polisi begitu dirinya dijemput ke Polsek Panggarangan. Ia bahkan dikatakan bisa diancam oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) akibat telah memposting ibu hamil ditandu karena jalan rusak di Lebak.

"Ditanya-tanya gitu (di-BAP). Ditanya masalah status, kata dia (polisi) masuk UU ITE," kata Badru saat detikcom berkunjung ke rumahnya di Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Lebak, Minggu (8/11/2020).

Pemeriksaan ini katanya dilakukan oleh polisi Polsek Panggarangan pada Selasa (3/11) sore sekira pukul 15.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan sampai magrib.

Di hari kedua itu ia pun diminta tetap di kantor polisi. Ia katanya memilih untuk tidur di kantin di lingkungan Polsek.

"Katanya mau tidur di mana boleh, bahkan kata dia suruh tidur bareng. Kata saya mau tidur di kantin, makan dikasih," ujarnya.

Namun, saat pemeriksaan ia tidak didampingi oleh pengacara atau bahkan keluarga. Karena baru pada keesokan harinya atau pada Rabu (4/11) pihak keluarga datang ke kantor polisi bersama kepala desa.

Saat diperiksa polisi, ia sendiri mengaku tidak dalam tekanan. Namun, ia mengaku takut karena statusnya soal ibu hamil ditandu jadi viral dan diancam pasal UU ITE.

"Kalau dalam tekanan nggak sih, cuma takut saja. Nggak tahu kalau status saya masuk UU ITE, siapa yang nggak takut dihukum," kata Badru yang mengaku lulusan SMP dan bekerja sebagai petani ini.

Badru sendiri mengaku dijemput oleh suruhan kepala desa di rumahnya di pada Senin (2/11) petang. Ia dijemput oleh dua orang dengan alasan agar ke rumah ketua RT. Namun, bukannya dibawa ke rumah RT, ia malah dibawa ke rumah kepala desa di Kampung Cimuncang.

"Dijemput setelah magrib, dijemput sama dua orang, mukanya kenal tapi nggak tahu. Setelah magrib dari situ kan awalnya bilang mau ke rumah RT Udin, tapi ternyata ke rumah lurah di Cimuncang, ini hari Senin malam," kata Badru.

Di sana, kepala desa katanya membicarakan soal unggahannya yang dianggap pro dan kontra. Selang beberapa lama, sekitar pukul 22.00 WIB, dua polisi datang dan membawanya ke Polsek Panggarangan.

"Ngomongin masalah ini, terus saya dijemput sama polisi, polisinya dua orang, dia pake motor awalnya, tapi ke kantor Polseknya pakai mobil, nggak diborgol, saya mah jujur saja" ujarnya.

Tonton juga 'Polwan Basah-basahan Ikut Terjang Banjir Evakuasi Ibu Hamil 9 Bulan':

[Gambas:Video 20detik] (bri/mso)