Cerita Badru Dijemput-Nginap di Kantor Polisi Gegara Foto Ibu Hamil Ditandu

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 08 Nov 2020 10:19 WIB
Badrudin (pakai kemeja) didampingi keluarga.
Foto: Badrudin (pakai kemeja) didampingi keluarga (Bahtiar Rifa'i).
Lebak - Badrudin (25) alias Badru pria asal Lebak mengungkapkan bagaimana ia menginap dua hari di kantor polisi gegara mengunggah foto ibu hamil ditandu saat akan melahirkan karena jalan rusak di Facebook hingga akhirnya viral. Badru mengakui bahwa dirinya dijemput oleh suruhan kepala desa lalu dijemput oleh polisi.

Badru mengatakan saat itu setelah magrib pada Senin (2/11/2020). Dia dijemput oleh dua orang dengan alasan agar ke rumah ketua RT. Namun, bukannya dibawa ke rumah RT, ia malah dibawa ke rumah kepala desa di Kampung Cimuncang.

"Dijemput setelah magrib, dijemput sama dua orang, mukanya kenal tapi nggak tahu. Setelah magrib dari situ kan awalnya bilang mau ke rumah RT Udin, tapi ternyata ke rumah lurah di Cimuncang, (kejadian) ini hari Senin malam," kata Badru bercerita saat detikcom berkunjung ke rumahnya di Kampung Bitung, Kecamatan Cihara, Lebak, Minggu (8/11/2020).

Di sana, kepala desa katanya membicarakan soal unggahannya yang dianggap pro dan kontra. Selang berapa lama, sekira pukul 22.00 WIB, dua polisi datang dan membawanya ke Polsek Panggarangan.

"Ngomongin masalah ini, terus saya dijemput sama polisi, polisinya dua orang, dia pake motor awalnya. Tapi ke kantor Polseknya pakai mobil, nggak diborgol, saya mah jujur saja," ujarnya.

Sekira pukul 22.30 WIB, ia dan dua orang polisi tadi sampai di Polsek. Handphone dan statusnya di Facebook sempat diperiksa oleh polisi. Karena sudah terlalu malam, ia diminta menginap di kantor polisi dan tidur di ruang pemeriksaan.

"Belum (di-BAP). Malam itu nginep di kantor pemeriksaan, tidur di bangku di ruang sana," ujarnya.

Baru pada keesokan harinya, pada Selasa (3/11) personel polisi menurutnya kembali memeriksa dirinya. Dia mengaku diperiksa polisi bernama Cecep dan pemeriksaan pada hari itu dimulai sore hari sekitar pukul 15.00 WIB.

"Paginya bangun, habis itu saya ke kantin. Diperiksa hari Selasa sekitar jam 3 sore," katanya.

Unggahan Badrudin soal ibu hamil ditandu karena akses jalan yang rusak menimbulkan banyak respons. Ada yang menilai bahwa postingan itu bisa jadi masukan untuk pemerintah daerah.

"Selama kritinya wajar dan bukan berita bohong, harusnya tidak ditahan. Dianggap masukan saja agar ibu hamil dapat terlayani baik," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid pada Kamis (5/11) lalu.

Tonton juga 'Akses Jalan Rusak, Wanita Ini Ditandu Sarung ke Puskesmas usai Melahirkan':

[Gambas:Video 20detik] (bri/mso)