Ormas Islam di Bandung Desak Pemerintah Usir Dubes Prancis

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 15:39 WIB
API Jabar gelar aksi depan Gedung Merdeka, Bandung.
Foto: API Jabar gelar aksi depan Gedung Merdeka, Bandung (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Perwakilan ormas Islam yang terhimpun dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat meminta agar pemerintah mengusir Duta Besar Perancis untuk Indonesia. Hal dilakukan bila Presiden Perancis Emannuel Macron tak lekas meminta maaf atas tudingannya kepada umat Islam.

Dalam aksinya, massa yang terdiri dari ribuan orang ini melakukan aksi bela Islam 411 2020 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, tepatnya di depan Gedung Merdeka pada Selasa, 4 November 2020 sekitar pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya, massa melakukan long march setelah menggelar Rapat Akbar di Gedung Sate pada pagi harinya. Agenda itu merupakan rangkaian dari penyambutan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

"Pada sore ini kami segenap elemen umat Islam Jabar tengah melakukan rangkaian dari aksi Bela Islam 411 2020. Tadi kami melakukan Rapat Akbar terkait kepulangan dari Habib Rizieq Shihab. Di depan Gedung Merdeka ini kami segenap elemen umat Islam melakukan jihadul kalimah, menyampaikan mengekspresikan kemarahan kita kepada Macron, Presiden Perancis yang telah menistakan Rasulullah Muhammad SAW," kata Ketua API Jabar Asep Syarifuddin.

Pihaknya pun mendesak agar pemerintah Indonesia yang notabene pemimpin bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia ini, untuk bertindak tegas dengan mengusir Duta Besar Perancis. Apabila Macron enggan meminta maaf atas pernyataannya yang juga membiarkan karikatur Nabi Muhammad SAW dipublikasi di majalah satir Charlie Hebdo.

Begitu juga sebaliknya, massa aksi meminta agar Duta Besar Indonesia di Perancis juga diminta pulang.

"Jadi boikot bukan hanya memboikot produk Perancis, jadi kalau si Macron itu tidak meminta maaf, tidak bertobat maka usir Duta Besar Perancis di negeri ini, duta besar adalah instrumen politik juga," katanya.

Pantauan detikcom, poster yang bergambarkan Macron yang disunting seperti layaknya bentuk setan disimpan di atas tanah. Kemudian, massa aksi pun melakukan aksi simbolik dengan menginjak-injak poster tersebut.

"Jadi bagi kami siapapun penghina nabi, itu adalah menghina Islam. Siapa yang memusuhi nabi, adalah musuh Islam. Dan kami umat Islam tentu merasa sakit dan siap berhadapan dengan siapapun ketika ada yang menghina atau melecehkan," kata Asep melanjutkan.

Pada pukul 15.16 WIB, perlahan massa aksi mulai membubarkan diri. Terlihat petugas kepolisian pun bersiaga dalam mengawal aksi yang dihadiri oleh Ketua DPD FPI Jabar Habib Zaky Alaydrus.

(yum/mso)