Korupsi RTH, Eks Pejabat Pemkot Bandung Divonis 4 Tahun Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 15:20 WIB
Sidang korupsi RTH Kota Bandung
Sidang korupsi RTH Kota Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Majelis hakim memvonis empat tahun penjara kepada eks pejabat Pemkot Bandung Herry Nurhayat. Ia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung.

Vonis diberikan majelis hakim PN Bandung yang diketuai oleh T Benny Eko Supriyadi dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020).

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Herry Nurhayat pidana penjara empat tahun dan denda Rp 400 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan enam bulan," ucap Benny saat membacakan amar putusannya.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Herry terbukti bersalah melakukan korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kedua Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Selain itu, hakim juga memberikan hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti yang juga merupakan keuntungan yang didapat Herry saat melakukan korupsi tersebut. Adapun uang pengganti yang harus dibayar sebesar Rp 1,4 miliar.

"Menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp 1,4 miliar apabila tidak membayar hingga memperoleh kekuatan hukum tetap, harta benda akan disita dan di lelang untuk menutupi, apabila tidak cukup dijatuhi pidana penjara satu tahun," tuturnya.

Sedangkan dalam pertimbangannya, hakim pun mengabulkan status Justice Collaborator (JC) yang diajukan Herry. Hakim menilai, eks Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Bandung itu memenuhi persyaratan mendapat JC sesuai aturan Mahkamah Agung.

"Memperhatikan fakta persidangan, terdakwa Herry merupakan salah satu pelaku tindak pidana dengan yang lain yakni Tomtom Daabul Qamar dan Kadar Slamet. Berdasarkan keterangan, telah mengungkap secara jelas dan keterangannya bersesuaian dengan BAP. Mampu membongkar dan memberikan kesaksian terdakwa lain yaitu perkara Kadar Slamet dan Tomtom," katanya.

"Sehingga dalam pertimbangan itu terdakwa dapat diposisikan sebagai JC sehingga permohonan Herry dapat dikabulkan sebagai keadaan meringankan," kata dia menambahkan.

Herry sendiri sebelumnya dibebaskan demi hukum beberapa hari lalu lantaran masa tahanannya habis. Namun, kini usai diputus, Herry kembali lagi dieksekusi ke penjara.

(dir/mud)