Round-Up

Ragam Reaksi soal Usulan Ubah Jawa Barat Jadi Provinsi Tatar Sunda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 08:34 WIB
Kongres Sunda mengajukan perubahan nama provinsi Jawa Barat
Kongres Sunda mengajukan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. (Yudha Maulana/detikcom)

Anggota DPD RI dari Jawa Barat Eni Sumarni mengapresiasi keinginan para tokoh di Jabar untuk mengganti nama Provinsi Jabar menjadi 'Provinsi Sunda'. Menurutnya, penggunaan istilah Sunda pernah ada di dalam peta dunia.

"Tokoh di Jabar ingin mengembalikan ada nama Sundanya. Sunda tidak hanya di Jabar, dulu ada Sunda Besar dan Sunda Kecil, dulu Kalimantan juga masuk Sunda Kecil. Intinya, nama Sunda jangan hilang dari nama yang ada, baik di nasional dan internasional. Sunda tetap ada adeg-adeg pangadegna," tutur Eni.

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengatakan perubahan nama provinsi merupakan hal yang biasa. Seperti halnya Provinsi Gorontalo dan Provinsi Papua. "Dulu kita ada Irian Jaya, kemudian jadi Papua. Saya kira ini adalah hal yang biasa. Keinginan itu sudah lama dan mereka mau membuat kongres soal budaya. Saya pikir kita ketemu dan dialog. Tugas MPR adalah menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Nantinya kita sampaikan ke Pak Presiden," ujar Fadel.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi wacana sejumlah tokoh Sunda yang ingin mengembalikan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, wacana itu boleh saja dilontarkan. Namun mengganti nama provinsi yang telah ditetapkan sejak 1926 itu bukanlah hal yang mudah.

Sebab, Jawa Barat merupakan melting pot atau tempat bercampurnya tiga budaya. Pertama Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya dominan menggunakan bahasa Jawa, serta Betawi dengan bahasa dan budayanya yang juga khas.

"Saya harus melihat dulu secara fundamental karena Jabar itu, kalau secara judul, memang bukan lagi Jawa bagian barat, Jawa paling barat kan Banten. Sudut paling barat ya bukan Jabar, tetapi Banten. Tapi Jabar itu budaya ada tiga, ada Sunda Priangan, Kecirebonan yang bahasanya Jawa, dan ada Betawi," ujar Ridwan Kamil setelah melantik pengurus Baznas Provinsi Jawa Barat di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Rabu (14/10).

Andai Provinsi Jawa Barat berganti nama menjadi Tatar Sunda, kata Emil, tentunya kebijakan itu harus dipahami dan disepakati oleh warga Jabar di Cirebonan maupun warga Jabar di daerah Betawi. "Kalau tidak ada kesepakatan, hidup ini tidak akan maslahat. Jadi saya istilahnya melihat sebuah wacana, silakan, tapi masih panjang perjalanannya karena harus dipahami dan disetujui oleh pihak yang merasa berbeda kalau itu dihadirkan," ujar Kang Emil.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menolak adanya wacana tersebut. Sebab, masyarakat Jawa Barat beragam suku. Ujung timur Jawa Barat atau Pantura Jawa Barat, seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu, dihuni suku Jawa, Cirebon, dan lainnya.

"Saya perlu sampaikan, kita ini Indonesia. Jadi jangan mengeluarkan istilah yang bakal memicu pemisahan. Jawa Barat tetap Jawa Barat. Kalau kemudian diganti Sunda, nanti ada sebuah pemikiran yang berbeda dari (masyarakat) Pantura, yang merasa tidak dianggap," kata Azis kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/10).

Halaman

(yum/bbn)