Wali Kota Cirebon Tak Setuju Wacana Provinsi Tatar Sunda

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:29 WIB
Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz tak setuju nama provinsi Jawa Barat diubah
Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz tak setuju nama provinsi Jawa Barat diubah (Foto: Sudirman Wamad)
Cirebon -

Sejumlah tokoh Kesundaan mengusulkan perubahan nama dari Provinsi Jawa Brat menjadi Provinsi Tatar Sunda. Wacana itu mencuat saat Kongres Sunda yang dilaksanakan Senin (12/10) kemarin.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menolak adanya wacana tersebut. Sebab masyarakat Jawa Barat beragam suku. Ujung timur Jawa Barat, atau pantura Jawa Barat, seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayu dihuni suku Jawa, Cirebon dan lainnya.

"Saya perlu sampaikan, kita ini Indonesia. Jadi jangan mengeluarkan istilah yang bakal memicu pemisahan. Jawa Barat tetap Jawa Barat. Kalau kemudian diganti Sunda, nanti ada sebuah pemikiran yang berbeda dari (masyarakat) pantura, yang merasa tidak dianggap," kata Azis kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (14/10/2020).

Azis tak ingin masyarakat pantura merasa dikucilkan, ketika Jabar berubah menjadi Tatar Sunda. "Jadi saya tidak setuju. Nanti ada pengistimewaan terhadap kelompok tertentu yang ada di Jabar. Kemudian, Cirebon dan daerah lainnya yang berada di pantura tidak merasa sebagai orang Jabar (ketika berubah nama). Kalau Sunda, nanti kami yang di pantura apa?," Kata Azis.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan nama Provinsi Jawa Barat lebih merangkul semua etnis dan suku. Azis tak ingin perubahan provinsi memicu adanya keinginan daerah lain membuat provinsi sendiri.

"Nanti memicu keinginan jadi provinsi sendiri dan lainnya, yang belum tentu menguntungkan. Jawa Barat lebih keren, lebih nasionalis. Saya Nashrudin Azis orang Cirebon tapi tiasa (bisa) bahasa Sunda mah," kata Azis.

Sebelumnya, Sejumlah tokoh Sunda mengajukan pengembalian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Usulan itu dituangkan di dalam Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajib Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).
Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu dan sejumlah tokoh lainnya.

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad dan Anggota DPD RI Eni Sumarni juga hadir dalam mendengarkan aspirasi pengembalian nama Sunda untuk menggantikan nama Jawa Barat. Ketua Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, Adji Esha Pangestu mengatakan, kata 'Sunda' saat ini hanya dikenal sebagai bagian dari suku yang tinggal di wilayah Barat. Padahal menurut garis sejarah, Sunda mencakup wilayah geografis yang besar mencakup Pulau Jawa dan lainnya.

(mud/mud)