Ajukan Ganti Nama Provinsi Jabar, Kongres Sunda Akan Surati Jokowi

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 19:08 WIB
Kongres Sunda mengajukan perubahan nama provinsi Jawa Barat
Kongres Sunda di Bandung (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Ketua SC Kongres Sunda Andri Perkasa Kantaprawira akan menyurati Presiden Joko Widodo terkait penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Sebelumnya, Kongres Sunda dilaksanakan di Aula Rancage Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

"Gubernur Jawa Barat sudah disurati oleh kang Adji Esha (ketua perubahan nama), tetapi jawabannya meminta survei dulu. (penggantian nama) ini kan bukan soal popularitas, ini bukan pemilu. Kita akan lompati saja, nanti kita surati saja presiden," ujar Andri.

Sebelumnya, sejumlah tokoh Kesundaan mengajukan mengembalikan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda. Pasalnya, penggunaan istilah Jawa Barat tidak mencerminkan karakter budaya dan hanya mengerdilkan istilah 'Sunda' hanya sebagai suku atau etnis yang tinggal di sisi barat Pulau Jawa.

"Ceu Popong juga mendukung kita, kemudian dari berbagai stakeholder seperti Angkatan Muda Siliwangi, Gerakan Pilihan Sunda, kemudian sejumlah pakar yang diaspora. Kita tidak mengubah nama, hanya mengembalikan (nama) provinsi. Merumuskan adat-adat tangtugan Sunda dan strategi kebudayaan, revitalisasi tujuan bernegara," tuturnya.

Andri mengatakan, Kongres Pemuda Sunda juga pernah membahas hal ini pada tahun 1956, tetapi diakuinya untuk mengembalikan nama itu sulit karena berkaitan dengan kebiasaan. "Orang Sunda itu suka mengalah (elehan), kemudian saat itu tidak ada tokoh populer seperti Fadli Zon (yang mengajukan Provinsi Minang), nanti juga akan ada dialog antara Kang Dedi Mulyadi dan Fadli Zon soal hal ini," tuturnya.

"Ketika berganti nama akan memperkuat pilar-pilar kebudayaan kita, dengan menggant nama provinsi nama yang lebih kultural dan bhinneka tunggal ika akan kembali muncul," katanya.

Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu dan sejumlah tokoh lainnya.

Anggota DPD RI dari Jawa Barat Eni Sumarni mengapresiasi keinginan para tokoh di Jabar untuk mengganti nama provinsi Jabar menjadi provinsi Sunda. Menurutnya, penggunaan istilah Sunda pernah ada di dalam peta dunia.

"Tokoh di Jabar ingin mengembalikan ada nama Sundanya, Sunda tidak hanya di Jabar, dulu ada Sunda Besar dan Sunda Kecil, dulu Kalimantan juga masuk Sunda Kecil. Intinya nama Sunda jangan hilang dari nama yang ada baik di nasional dan internasional, Sunda tetap ada adeg-adeg pangadegna," katanya.

(yum/mud)