Demo Tolak Omnibus Law

Dilarang Ikut Demonstrasi, Pelajar Serang Polisi di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 14:48 WIB
Puluhan remaja dan pelajar yang ikut dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja diamankan ke Mapolres Cianjur. Mereka digiring lantaran menyerang polisi saat hendak diamankan. Babakan salah satu diantaranya diduga membawa senjata tajam.
Pelajar yang hendak gabung demo dengan buruh-mahasiswa di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Puluhan remaja dan pelajar yang hendak gabung aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja diamankan ke Mapolres Cianjur. Mereka menyerang polisi setelah dilarang ikut demo. Bahkan salah satu di antaranya diduga membawa senjata tajam.

Dari pantauan detikcom, Kamis (8/10/2020), sekitar pukul 12.30 WIB, sebanyak 50 orang remaja dan pelajar dari sekolah berbeda yang diboyong ke Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh.

Insiden penyerangan polisi itu bermula saat para pelajar yang berkerumun di tengah aksi unjuk rasa. Polisi meminta merak membubarkan diri dan dilarang ikut demo bersama buruh dan mahasiswa.

Bukannya membubarkan diri, salah seorang pelajar malah memberikan komando untuk menyerang polisi yang menggunakan pakaian preman. Dengan tangan kosong, para pelajar yang masih belum mengetahui jika yang meminta bubar itu polis, berlari mendekat untuk menyerang.

Puluhan remaja dan pelajar yang ikut dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja diamankan ke Mapolres Cianjur. Mereka digiring lantaran menyerang polisi saat hendak diamankan. Babakan salah satu diantaranya diduga membawa senjata tajam.Pelajar yang diamankan polisi. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)

Polisi tak diam dan balik menangkap para pelajar tersebut. Mereka kocar-kacir saat diburu polisi. Sejumlah pelajar lainnya kabur.

Selain itu, polisi juga menangkap belasan remaja berkaus hitam. Salah satu di antaranya diduga membawa senjata tajam.

"Saat ini semua kita bawa dulu ke Mapolres untuk didata dan dimintai keterangan. Termasuk memeriksa kemungkinan ada yang membawa senjata tajam. Sebab tadi ada laporan yang memang bawa senjata tajam," ujar Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton saat ditemui di kantor DPRD Cianjur.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Mochammad Rifai mengimbau kepada massa aksi untuk melakukan unjuk rasa secara damai dan diharapkan massa aksi tidak terprovokasi yang memicu keributan. "Semua penyampaian kita hargai jika belum sejalan dengan DPR. Tapi saya harapkan jangan anarkis. Kalau ada anarkis kita akan lakukan berbagai upaya penindakan jika memang massa ini memaksakan kehendak," kata Rifai.

(bbn/bbn)