Bacakan Pleidoi, Raden Rangga Sunda Empire Ngaku Mendapat Bully-Caci Maki

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 14:22 WIB
Ngaku hanya korban, Raden Rangga Sasana minta dibebaskan
Foto: Sidang Sunda Empire (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasana membacakan nota keberatan atau pleidoi dengan meminta dibebaskan. Rangga juga menceritakan soal ia dan keluarganya yang mendapat bully-an usia Sunda Empire mencuat.

Hal itu diceritakan Rangga dalam pleidoinya yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (6/10/2020). Rangga membacakan sendiri pleidoinya secara virtual.

"Sesungguhnya menimbang kejadian selama ini dan mengorbankan saya, keluarga, anak dan cucu harus menerima kerugian lahir batin, moral dan mental. Bahwa atas akibat ini menyebabkan proses hukum, saya dibully, dihina, dicaci maki, dicemarkan nama baiknya, diancam hingga saya dan keluarga oleh kelompok tak bertanggung jawab," kata Rangga.

Rangga mengatakan bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga. Sehingga dengan dirinya ditahan, keluarganya kesulitan. Oleh karena itu, dia meminta agar dibebaskan dari segala tuntutan.

"Kepada yang mulia, dewan jaksa dan dewan hakim berkenan mengabulkan agar saya kembali ke rumah dan keluarga yang masih jadi tanggungan dan atau tulang punggung keluarga dari anak dan cucu," tuturnya.

Rangga juga mengaku kesehatannya menurun sejak dipenjara di Polda Jabar. Bahkan beberapa kali dia masuk rumah sakit dan dirawat.

Rangga bahkan telah meminta penangguhan penahanan ke Polda Jabar sebanyak dua kali. Pennagguhan pertama ditolak dan yang kedua belum ada jawaban.

"Saya sejak 2020 sudah sakit dan dirawat sampai sekarang ini saya masih dalam perawatan jalan dan pengawasan dokter spesialis dalam," katanya.

Dalam perkara ini, Rangga mengaku hanya sebagai korban. Dia tidak mengetahui seluk beluk kelompok yang menganggap dirinya dapat mengubah tatanan dunia ini.

Rangga juga tak merasa dirinya menyebarkan berita bohong hingga membuat onar. Apa yang dilakukan selama ini, kata Rangga, merupakan instruksi dari Nasri Banks selalu perdana menteri Sunda Empire.

"Majelis keadilan yang mulia, bahwa sungguh saya masih sangat percaya, beserta penegak hukum sebagaimana tuntutan bersama maka saya dan keluarga memohon majelis dengan ini, bersama ini untuk membebaskan saya dari perkara hukuman," kata dia.

Sebelumnya, tiga petinggi Sunda Empire dituntut empat tahun penjara atas penyebaran berita bohong dan membuat keonaran.

Dalam amar tuntutannya, jaksa Kejati Jabar Suharja menilai ketiga terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong. Hal itu sesuai dakwaan ke satu Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 tahun 1946.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara masing-masing empat tahun penjara," ucap Jaksa.

Dalam pembacaan tuntutan itu, jaksa menjelaskan perbuatan yang dilakukan ketiga terdakwa itu. Menurutnya, ketiganya terbukti melakukan dan turut serta melakukan perbuatan menyebarkan berita bohong dengan sengaja terkait adanya kerajaan Sunda Empire.

"Akibat perbuatannya telah menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat Sunda. Karena telah mengotori dan mengusik keharmonisan masyarakat khususnya masyarakat Sunda," tutur Jaksa.

(dir/mso)