PSBB Jakarta Diperpanjang, Pintu Masuk ke Objek Wisata Lembang Diperketat

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 11:01 WIB
wisata lembang
Kawasan wista Lembang (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperketat pengawasan masuknya wisatawan dari luar Jawa Barat yang berkunjung ke tempat wisata khususnya di wilayah Lembang.

Pengetatan tersebut seiring diperpanjangnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta hingga 10 Oktober mendatang.

"Selama ini warga Jakarta yang wisata ke KBB khususnya Lembang di hari libur atau akhir pekan sangat dominan. Kami akan memperketat pengawasan di tempat-tempat wisata," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Sri Dustirawati, Minggu (27/9/2020).

Dia menyebutkan, hingga kini belum ada instruksi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil melarang wisatawan luar Jabar untuk masuk seperti saat PSBB pertama diterapkan.

"Belum ada arahan ke sana, apalagi untuk yang masuk menggunakan rapid test. Terpenting saat ini mungkin hanya memperketat saja," terangnya.

Protokol kesehatan bakal semakin diperketat ke karyawan di tempat wisata untuk disiplin menjalankan prosedur pencegahan COVID-19. Begitupun ke objek wisata skala kecil yang dikelola Pokdarwis atau komunitas yang pengunjungnya lokal, akan diterapkan prosedur yang sama.

"Pastinya kondisi PSBB akan berpengaruh ke sektor wisata. Sekarang saja rata-rata tempat wisata hanya dikunjungi tamu sekitar 30% di saat weekend, padahal pemerintah sudah membolehkan hingga 50% dari kapasitas kawasan. Kalau dari data yang kami rangkum wisatawan ke KBB baru mencapai 1,2 juta dari 4,8 juta pada periode yang sama di tahun lalu," terangnya.

Sementara itu pemilik objek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Eko Supriyanto mengaku meski PSBB Jakarta diberlakukan pada Senin (14/9/2020), namun dampak kunjungan wisatawan sudah dirasakan sepekan sebelumnya.

Faktanya, kunjungan wisatawan ke tempatnya mengalami penurunan hingga 40% di saat akhir pekan lalu. Dirinya layak untuk khawatir mengingat sebagian besar wisatawan yang ke tempatnya berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Selama pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan paling 200 orang padahal saat normal bisa mencapai 1.000. Bagi pelaku usaha pariwisata kondisi ini sangat berat dan jika berkepanjangan bukan tidak mungkin bakal mengancam kehidupan sektor pariwisata," tuturnya.

Tonton juga 'PSBB di Jakarta Lebih Ketat, Kawasan GBK Tetap Dibuka':

[Gambas:Video 20detik]

(mso/mso)