Unak Anik Jabar

Kisah Jenazah Wali Sulit Diangkat dan Batu Terus Membesar di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 08:02 WIB
Batu Unik di Ciamis
Batu yang dulunya hanya sebesar ember ukuran sedang, kini terlihat membesar. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Meninggalnya Syeh Abdul Wajah diketahui oleh para santri dari Galuh dan Sukapura. Karena ia lahir di Sukapura, para santri mencoba membawanya, namun tidak ada yang sanggup mengangkatnya.

"Jadi sebelum meninggal Syekh Abdul Wajah pernah berpesan ketika ia meninggal ingin dimakamkan di wilayah Galuh. Setelah mengetahui wasiat itu, para santri dari Galuh (Ciamis) dengan mudah membawa jenazahnya dan dimakamkan di Makam Gunungsari ini karena sebagai keturunan Galuh," tutur Darman.

Konon, menurut dia, ada keajaiban yang terjadi saat jenazah dibawa ke lokasi makam. Dua batu yang dianggap telah menyelamatkan jenazah Syekh Abdul Wajah itu ternyata berada tak jauh dari area pemakaman.

"Jadi batu itu dengan sendirinya berpindah dari Sungai Citanduy ke sini. Padalah tidak ada santri yang membawanya. Jarak ke sungai juga cukup jauh," kata Darman.

Batu Unik di CiamisArea Makam Gunungsari di Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)

Masih ada kisah keunikan dua batu tersebut. Darman, yang sejak kecil bersama kakek dan bapaknya, telah lama mengenal makam tersebut. Batu yang dulunya hanya sebesar ember ukuran sedang, kini terlihat membesar.

"Batu yang di depan gerbang itu tadinya di dalam, karena makam ditata jadi dipindahkan ke pintu depan kuburan. Dulu diangkat oleh tiga orang juga bisa. Sekarang lebih dari lima orang pun tidak bisa. Sejak tahun 70, seingat saya batu itu kecil. Tapi sekarang lebih besar dua kali lipat," tutur Darman.

Sedangkan batu yang satu lagi memiliki ukuran lebih kecil. Batu itu bukan hanya membesar tetapi juga melebar. Lokasinya berada disamping makam Syekh Abdul Wajah, tidak dipindahkan karena ukurannya saat itu masih kecil.

"Kalau setiap malam Jumat Kliwon banyak peziarah ke sini. Umumnya para santri berasal dari berbagai daerah selain dari Ciamis dan Tasikmalaya. Ya mereka berdoa dan tawasulan. Biasa sampai jam 2 sampai jam 3 dini hari," ucap Darman


(bbn/bbn)