Unak Anik Jabar

Sungai Surakatiga, Tempat Pemandian Kuda Keramat di Kuningan

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:21 WIB
Sungai keramat bagi kuda di kuningan
Foto: Bima Bagaskara
Kuningan -

Kabupaten Kuningan dikenal sebagai kota kuda dan memiliki sebuah maskot berupa patung kuda di taman kota. Hal itu tentu berdasar dari banyaknya masyarakat Kuningan yang memiliki kuda.

Saat ini kuda-kuda di Kuningan sebagian besar dipakai untuk menarik delman hias. Ada juga yang dijadikan sebagai kuda pacuan.

Ada kebiasaan yang dilakukan para pemilik kuda. Untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan kuda-kuda tersebut masyarakat Kuningan rutin memandikan kuda-kudanya di aliran Sungai Surakatiga di Blok Cikedung, Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan tiap Jumat kliwon.

Kebiasaan itu ada kaitannya dengan kepercayaan yang diyakini para pemilik kuda. Bana salah seorang warga setempat mengatakan kuda yang dimandikan pada Jumat kliwon di aliran Sungai Surakatiga nantinya dipercaya akan membuat kuda sehat dan memiliki stamina yang kuat.

"Kuda yang dimandikan disini akan sehat dan memiliki stamina yang kuat. Itu sudah dipercaya sejak zaman dulu dan terbukti memang," ucap Bana kepada detikcom di lokasi Sungai Surakatiga Jumat (11/9/2020).

Pantauan di lokasi, kuda-kuda dimandikan beramai-ramai di Sungai Surakatiga. Pemandian kuda-kuda itu juga menarik masyarakat untuk menyaksikan proses pemandian.

Nanang salah seorang warga Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi mengatakan sengaja datang ke lokasi Sungai Surakatiga untuk melihat pemandian kuda itu.

Menurut Nanang proses pemandian kuda tiap Jumat kliwon sudah menjadi wisata satu bulan sekali oleh masyarakat.

"Ini sudah seperti wisata karena satu bulan sekali adanya. Saya ngajak anak lihat kuda-kuda dimandikan," ujar Nanang.

Aliran Sungai Surakatiga memiliki sejarah sehingga membuat kuda yang dimandikan akan bugar dan kuat.

Menurut Bana, zaman dulu ada kuda legendaris bernama Kuda Winduhaji milik pendiri Kuningan yakni Ki Gede Kemuning. Kuda tersebut konon sangat tangguh hingga mampu membunuh seekor gajah.

Kuda Winduhaji itu kemudian sempat dimandikan di aliran Sungai Lengkong yang kini berganti nama jadi Sungai Surakatiga. Sejak saat itulah, nama Kuda Winduhaji diabadikan sebagai nama desa yakni Desa Winduhaji.

(ern/ern)