Begini Langkah Pemprov Jabar Hadapi Potensi Tsunami 20 Meter

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 21:51 WIB
Ilustrasi tsunami
Ilustrasi tsunami. (Foto: Thinkstock)
Bandung -

Pemprov Jawa Barat tengah membuat sejumlah upaya untuk menghadapi potensi tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa Barat. Salah satunya adalah menyiapkan cetak biru provinsi berbudaya tangguh bencana atau West Java Resilience Culture Province (JRCP)

"Blue print ini untuk menjawab kondisi kebencanaan Jabar yang memang sedemikian rupa di utara, selatan dan di tengah. Artinya sebenarnya prinsip dari JRCP itu tangguh bencana, yang pertama masyarakat yang memahami, mengetahui dan menyadari risiko bencana," ucap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan saat dihubungi detikcom, Kamis (24/9/2020).

"Yang kedua adalah aktif dalam mengurangi risiko bencana, karena paradigma kita bukan pada penanggulangan, tapi pada aspek pengurangan dampak bencana, lalu aspek selamat ketika bencana itu terjadi," katanya.

Dani mengatakan penerapan JRCP ini tengah digenjot dari 2019 dan ditargetkan rampung pada 2028 mendatang. Menurut Dani, membentuk budaya tangguh bencana ini tidak mungkin memakan waktu sebentar, sehingga ada beberapa jenjang waktu sosialisasi.

"Tidak bisa 2 - 3 tahun, ada beberapa tahun. JRCP ini memang targetnya agresif, terlalu optimistis kita sadar. Namun hal ini juga seiring dengan kondisi bencana di Jabar yang terus meningkat, tapi ini harus terus digenjot yang mencakup enam dimensi, jadi dimensi masyarakat, infrastruktur, institusi policy, ekologi, knowledge dan local wisdom and financing," katanya.

Selain itu, upaya lainnya adalah memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang dipasang di sepanjang pantai Jabar Selatan. Alat deteksi hasil kerjasama dengan BMKG itu, akan memberikan peringatan dini begitu terdapat anomali pergerakan air laut.

"Memang kondisinya belum ideal, karena alatnya belum terpasang sekian radius kilometer satu sirine. Tetapi setiap tahun kita akan tambah secara bertahap," ujar Dani.

Selanjutnya
Halaman
1 2