Sejumlah Persimpangan Macet Imbas Buka Tutup Jalan di Kota Bandung

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 15:55 WIB
Jalan Merdeka, Kota Bandung dibuka satu jalur karena terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Riau.
Foto: Suasana di Jalan Merdeka Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Buka tutup jalan yang diberlakukan Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Bandung menyebabkan kemacetan. Salah satunya di persimpangan Jalan Riau-Merdeka.

Pantauan detikcom, Jumat (18/9/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, terlihat terjadi penumpukan di persimpangan Jalan Riau-Merdeka. Penumpukan terjadi karena kendaraan dari Jalan Wastukencana yang hendak menuju Punawarman via Riau tidak bisa melintas. Begitupun kendaraan yang datang dari arah Riau menuju Jalan Merdeka dan Ir H Djuanda.

Akibatnya, yang tadinya dua ruas jalur Jalan Merdeka yang seharusnya ditutup, dibuka satu jalur demi mengurai kepadatan lalu lintas di persimpangan Jalan Riau.

"Itu hanya kodisional dan situasional, kalau seandainya terjadi kemacetan apa boleh buat, karena kita di sini menutup nya pergerakan kendaraan dan mobilisasi orang, jangan sampai berkerumun," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung Asep Kuswara via sambungan telepon, Jumat (18/9/2020).

Tak hanya di jalan itu, akibat penutupan Jalan Asia Afrika, kendaraan yang dari arah Tamblong dan terusan Asia Afrika macet karena terjadi pertemuan di pertigaan Jalan Asia-Afrika

Kemacetan itu terjadi karena kendaraan dari arah Tamblong menuju Lengkong terhambat oleh sejumlah traffic light yang ada di sepanjang jalan itu.

Asep juga mengungkapkan, tak hanya di jalan itu, hal tersebut juga berlaku di jalan lainnya yang dilakukan buka tutup. "Jadi kalau situasinya tidak memungkinkan ya dibuka saja, tidak jadi masalah, daripada boros bahan bakar karena kendaraan numpuk ya tak masalah," ungkapnya.

Saat disinggung, akibat buka tutup jalan itu mengakibatkan kemacetan, Asep tak menampik bila kebijakan itu menyebabkan macet.

"Ya iya, karena orang tidak paham dengan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) itu apa," ujarnya.

Tak hanya di Jalan Riau, kejadian serupa juga terjadi di Jalan Dalam Kaum menuju Jalan Lengkong. Terjadi penumpukan kendaraan, karena jalan menuju Asia-Afrika ditutup.

"Seperti tadi di depan Pendopo, yang seharusnya belok ke kiri ke Asia-Afrika atau Bancey, saya lihat terjadi kemacetan, saya buka. Kan diprioritaskan itu jalan Asia-Afrika yang berpotensi muncul kerunan orang yang tidak memenuhi protokol kesehatan, di situ ada anggota kalau terjadi kemacetan situasional, jadi buka tutup itu bukan semata-mata enggak boleh lewat ke sana," kata Asep.

Dia menyebut bagi warga atau pekerja yang rumahnya berada di jalan yang diberlakukan buka tutup tinggal menunjukkan identitas.

"Misalnya di Jalan Merdeka itu ada beberapa Bank dan Polres, karyawannya mau ke mana? Ke jalan itu, tapi menunjukkan identitas bahwa saya pegawai BI dan lainnya," ucapnya.

Pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi, agar masyarakat terbiasa dengan kondisi ini. "Iya, sosialisasi, makannya kita di sosmed jalan-jalan ini yang lima dari Pukul 09.00-11.00 WIB, 14.00-16.00 WIB dan 22.00-06.00 WIB ditutup. Ini dilakukan, untuk menghindari kerumunan-kerumunan di seputar jalan itu," ujarnya.

(wip/mso)