Pandemi COVID-19, Stok Darah di PMI Bandung Menipis

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 13:53 WIB
Dalam rangka HUT ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI), warga Kota Bandung, Jawa Barat, antusias mengikuti donor darah. Donor darah itu, dilakukan di Kantor PMI Kota Bandung, Jalan Aceh, Bandung, Kamis (17/9/2020).
Foto: Warga donorkan darahnya di PMI Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menipis. Hal tersebut terjadi sejak pandemi COVID-19 di Kota Bandung.

"Sebelum pandemi pendonor sebanyak 500 labu, tapi ketika pandemi kita hanya mendapatkan 40 labu. Sementara kebutuhan tidak berubah," kata Kepala PMI Kota Bandung Ade Koesjanto di Kantor PMI Kota Bandung, Kamis (17/9/2020).

Ade mengungkapkan untuk kebutuhan darah saat ini masih ada stok darah sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

"Manajemen darah, kita punya stok darah lima kali dari kebutuhan darah satu hari. Sehingga sebelum pandemi stok darah kita ada lima kali dari kebutuhan per hari, sehingga kalau kebutuhan per hari 500 maka stok darah kita ada 2.500, ketika terjadi pandemi kita hanya mendapatkan 10 persen, selama lima hari itu kita bisa memenuhi kebutuhan karena punya stok darah," ungkapnya.

Pihaknya, terus melakukan sosialisasi kepada warga Kota Bandung agar melakukan donor darah untuk menambah stok darah. Pasalnya bila jumlah pendonor kurang maka dikhawatirkan stok darah akan menipis.

"Upaya sosialisasi terus kita lakukan, bahwa kita menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya, sehingga para pendonor tidak perlu khawatir dan takut mendonorkan darahnya," jelasnya.

Ade juga menuturkan, bagi warga yang membutuhkan darah agar membawa pendonor baik itu anggota keluarga atau kerabat.

"Kepada mereka yang membutuhkan darah agar membawa donor keluarga, jadi kalau si A memerlukan darah dalam kondisi semacam ini, dia diharapkan membawa satu atau dua anggota keluarganya untuk mendonorkan darahnya, jenis darah nggak apa-apa berbeda karena kita juga akan mendapatkan darah dari pendonor lain, ini juga untuk kepentingan yang lain," tuturnya.

Selain itu, selama pandemi COVID-19, pelayanan donor darah dibuka selama 24 jam. "Selama dua bulan ke belakang, pelayanan kita untuk donor 24 jam, untuk melayani mereka membutuhkan darah dari yang pendonor," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak warga agar mendonorkan darahnya. "Ternyata, bukan hanya mal saja yang turun, pendonor juga turun, (COVID-19) juga berdampak, jadi saya melihat ini sangat berpengaruh," ujarnya.

"Saya berharap kepada warga Kota Bandung untuk menghadirkan kebersamaan dan meringankan masyarakat kita, saya imbau walau ada COVID-19, mari semangat untuk menjadi pendonor," tambahnya.

Tonton video 'Hari Ini Dalam Sejarah: Palang Merah Indonesia Lahir':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)