Kasus COVID-19 Meningkat, Kota Bogor Kembali Berstatus Zona Merah

M Solihin - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 13:23 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: Wali Kota Bogor Bima Arya (Istimewa).
Bogor -

Setelah sempat berada di zona oranye, Kota Bogor kini kembali berada di zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19. Perubahan status ini dilakukan Gugus Tugas Nasional pada Senin (13/9/2020) dini hari.

"Setiap Minggu dini hari itu kan diupdate oleh Gugus Tugas Nasional. Tadi malam (status Kota Bogor) masih oranye, per pagi ini merah," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Senin (14/9/2020).

Bima menyebut, indikator yang menjadikan Kota Bogor kembali ke zona merah yakni karena adanya lonjakan kasus positif dan banyaknya pasien positif yang kini dirawat di rumah sakit rujukan.

"Karena ada lonjakan kasus positif, ada kasus positif yang lebih banyak dirawat," ungkap Bima.

Bima menegaskan, dengan kembalinya status Kota Bogor ke zona merah mengartikan bahwa kondisi Kota Bogor benar-benar belum aman dari penyebaran virus Corona.

"Kita masih akan pelajari, tetapi bagi kita ini kondisi yang memang betul-betul belum aman," ucap Bima.

Diberitakan sebelumnya, Kota Bogor ditetapkan menjadi wilayah yang berubah status menjadi zona resiko tinggi penularan COVID-19 atau zona merah COVID-19, Kamis (27/8/2020).

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Nasional, Kota Bogor menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang berubah status menjadi zona merah COVID-19.

"Kami juga baru lihat di situs resmi GTN (Gugus Tugas Nasional), dari Provinsi (Jawa Barat) belum ada perubahan. Masih oranye," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kamis (27/8/2020) malam.

Selanjutnya, pada 7 September 2020 atau 9 hari menyandang sebagai Kota Zona Merah COVID-19, status Kota Bogor kembali ke zona oranye.

"Alhamdulillah, Kota Bogor kembali ke status zona oranye. Meski ada pergerakan ke arah yang lebih baik, kita harus mampu menurunkan terus tingkat risiko secara maksimal," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor Dedie A Rachim, Senin (7/9/2020).

Dedie menyebut, penetapan status Kota Bogor sebagai zona oranye penyebaran COVID-19 setelah memenuhi sedikitnya 11 indikator. Salah satunya adalah tingkat kesembuhan dan okupansi bed di rumahsakit rujukan

"Ada 11 indikator. Tapi salah satunya RT atau RO, tingkat kesembuhan, okupansi bed di RS dengan kapasitas terpasang," sebut Dedie.

Tonton video 'Jokowi Sebut Rata-rata Kematian Akibat Corona di RI Menurun':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)