Pemerintah Kurangi Pupuk Subsidi, Petani Karawang Resah

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:57 WIB
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi pupuk (Foto: Dok Kementan)
Karawang -

Sejumlah petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengeluhkan stok pupuk bersubsidi yang masih langka. Mereka terpaksa merogoh kocek lebih besar untuk membeli pupuk non subsidi. Alhasil modal di musim tanam ini bertambah.

"Padahal saya terdaftar dalam kelompok tani. Biasanya yang terdaftar (dalam kelompok) bisa membeli pupuk bersubsidi di kios. Tapi sudah dua pekan ini pupuk subsidi kosong," kata Mahdi Pahrudin (57) petani asal Kecamatan Pedes, saat ditemui detikcom, Kamis (10/9/2020).

Di musim tanam gadu atau musim tanam kemarau ini, Mahdi terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal. Biasanya, pemilik 2 hektare sawah itu membeli pupuk subsidi Rp 600 ribu per kuintal. Namun saat ini ia merogoh kocek hingga Rp 190 ribu per kuintal. "Sehingga modal menanam padi naik tiga kali lipat," keluh Mahdi.

Hal yang sama dialami oleh Arip Munawir (33) petani asal Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta. Ia tak mendapatkan sedikitpun pupuk subsidi di sejumlah kios pupuk wilayah Rengasdengklok dan sekitarnya. "Padahal saya pemegang kartu tani yang berhak membeli pupuk subsidi," kata Arip.

Kelangkaan pupuk subsidi tak hanya terjadi di Karawang. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Thohir mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi hampir terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Petani di Jawa Barat sedang kesulitan. Selain kekeringan di beberapa wilayah, pupuk subsidi pun sulit ditemukan di kios-kios," ungkap Winarno melalui telepon, Kamis (10/9/2020).

Kelangkaan pupuk subsidi, kata Winarno tak lepas dari pengurangan kuota pupuk subsisi oleh pemerintah dalam dua tahun terakhir. Winarno mengungkapkan, tahun 2020, pemerintah hanya mengalokasikan 388.400 Ton pupuk subsidi di Jawa Barat. Padahal tahun 2019, kata Winarno, alokasi pupuk subsidi mencapai 500 ribu Ton. "Alokasi pupuk bersubsidi nasional dalam dua tahun terakhir memang menurun," tutur Winarno.

Winarno mengungkapkan, dengan penurunan alokasi pupuk bersubsidi itu, dipastikan bakal ada potensi kekurangan pupuk secara nasional seperti yang dirasakan petani di Jabar dalam beberapa pekan terakhir. "Petani yang biasanya dapat pupuk subsidi, sekarang tak bisa beli," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2