Komandoi KITA, Maman Imanulhaq Tegaskan Beda dengan KAMI

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 18:05 WIB
KITA Umumkan Pengurus di Bandung
Maman Imanulhaq (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Ketua Badan Kebijakan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Maman Imanulhaq menegaskan perbedaan antara KITA dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Iman mengatakan salah satu perbedaan yang mencolok ialah metode gerakan di lapangan.

"KITA berbeda dengan gerakan yang lain. KITA dideklarasikan atas dasar cinta kita kepada Tanah Air, mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. KITA ini gerakannya tidak mengandalkan kerumunan, lalu narasi-narasi keputusasaan. Kami lebih bergerak, misalnya di Medan kita launching lagu, di Cianjur dan Majalengka kita lakukan santunan, dan di Bandung kita me-launching susunan kepengurusan yang akan bergerak," ucap Maman.

Perbedaan lainnya, ujar Maman, KITA bergerak berdasarkan ide, gagasan dan pemikiran yang konstruktif tentang Indonesia. Masukan atau aspirasi yang didapatkan oleh pengurus KITA pun akan disampaikan berdasarkan fakta dan data kepada lembaga terkait.

"Itu bedanya, jadi nanti di Jawa Barat akan ada yang mengakomodir bagaimana pariwisata di Jabar bisa berkembang, atau misal perwakilan profesi di Bandung yang menjadi gudangnya kuliner, atau berbasis nilai seni sehingga bisa menghasilkan Hasan Mustofa baru, ini akan terbentuk keseluruhan pada kongres di 28 Oktober nanti di Jogja," kata Maman.

Dalam struktur kepengurusan KITA yang diterima detikcom, terdapat 17 orang yang akan masuk ke dalam Majelis Hikmah KITA yang diketuai oleh budayawan Taufik Rahzen. Kemudian 8 orang yang mengisi posisi di Badan Kebijakan KITA, yang diketuai oleh Maman Imanulhaq.

Selain itu, terdapat juga 19 orang yang memegang peran Gugus Karsa. Gugus Karsa ini disebut Maman sebagai menteri dalam parlemen, yang bertugas dalam menyerap aspirasi dan menyampaikan isu yang beredar di masyarakat ke pemegang kebijakan atau perwakilan rakyat.

"KITA ini adalah gerakan politik kesadaran yang ingin mengingatkan kembali bahwa kita ini satu Tanah Air, yaitu Indonesia. Kita bergerak pada gerakan yang lebih optimistis dan memberi masukkan yang konstruktif, KITA ingin mengajak semua kalangan bahwa pandemi ini sesuatu yang harus ditangani bersama," ujar Maman.

(yum/bbn)