6 Bulan Corona di Jabar: Pengangguran dan Janda Baru Melonjak

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 15:44 WIB
Ilustrasi Corona
Ilustrasi (Foto: dok iStock)
Bandung -

Enam bulan berlalu, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien COVID-19 pertama di Indonesia. Pasien 01 dan 02 tersebut teridentifikasi berasal dari Kota Depok, Jawa Barat. Sejak temuan itu, angka kasus positif virus Corona di Jabar terus bertambah hingga menembus 11.481 kasus hingga 3 September 2020. Bagaimana jejak virus Corona di Tanah Pasundan ?

Berdasarkan data statistik yang ditampilkan laman Pikobar (pikobar.jabarprov.go.id) pada Maret atau bulan pertama, jumlah temuan di Jabar masih cenderung sedikit, hanya ada 186 kasus yang tercatat di laman Pikobar. Perharinya rata-rata temuan kasus berkisar di angka 6 kasus per hari.

Pada Maret pula, sejumlah kepala daerah ditemukan terpapar Corona, di antaranya Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, Walikota Bogor Bima Arya dan Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 pun menemukan empat klaster penularan COVID-19.

Memasuki April 2020, temuan kasus COVID-19 di Jawa Barat semakin bertambah. Kurang lebih terjadi 824 penambahan kasus, sehingga total di April angka COVID-19 di Jabar berjumlah 1.010 kasus. Memasuki bulan kedua ini, keuangan sejumlah perusahaan mulai guncang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar mencatat 62 ribu pekerja turut terdampak, baik yang dirumahkan atau pun di-PHK.

Pada bulan ketiga atau Mei, angka COVID-19 di Jawa Barat menanjak dua kali lipat dari total 1.010 kasus menjadi 2.258 kasus. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain pembatasan aktivitas sosial, pemerintah pun membuat larangan mudik jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020.

Dampak dari COVID-19 tak hanya berdampak bagi manusia, tapi juga mulai berdampak kepada satwa yang dipelihara di kebun binatang yang terancam kelaparan karena sepinya pengunjung.

Angka terkonfirmasi positif COVID-19 menginjak angka 3.222 kasus hingga akhir Juni 2020. Memasuki bulan keempat pandemi, angka perceraian di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung meningkat.

3.209 janda tercatat di Kota Bandung dan Kota Cimahi selama empat bulan terakhir atau masa pandemi COVID-19. Rinciannya, janda baru di Bandung berjumlah 1.355 orang, dan janda di Cimahi berjumlah 1.854 orang.

Masuk ke bulan kelima pandemi, Juli 2020, angka penambahan kasus COVID-19 bertambah signifikan seiring dengan kapasitas pemeriksaan swab test yang dilakukan Labkesda Jabar dan lab-lab satelitnya. Angka COVID-19 di Jabar mencapai angka 6.532, atau terjadi penambahan 3.310 kasus baru.

Pada 8 Juli, Gugus Tugas Jabar mengungkap ditemukannya klaster Secapa AD dengan jumlah 945 orang yang terpapar COVID-19. Angka ini terus bertambah menembus 1.000 kasus.

Angka COVID-19 melesat tinggi pada Agustus 2020 hingga mencapai 11.063 kasus di akhir bulan. Kenaikan kasus secara signifikan ini, disinyalir berasal dari relaksasi ekonomi dan ditemukannya klaster COVID-19 di industri, perkantoran dan keluarga.

Tonton video 'RK Curhat soal Ekonomi Jabar ke Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)