Di Depan Hakim, Dedengkot Sunda Empire Bicara Kewajiban Negara Daftar Ulang

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 16:50 WIB
Sidang Sunda Empire
Nasri Banks dihadirkan dalam sidang lanjutan Sunda Empire (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Dedengkot Sunda Empire Nasri Banks berbicara soal negara-negara di dunia harus daftar ulang ke Bandung. Bila tidak melakukan daftar ulang, negara-negara tak boleh mencetak uang.

Hal itu disampaikan pria yang menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Sunda Empire saat dihadirkan ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020). Nasri dihadirkan untuk diperiksa sebagai terdakwa.

"Setiap siklus 75 tahun, itu masuk titik nol. Setiap 75 tahun harus mendaftar ke Bandung," ucap Nasri di persidangan.

Jaksa Kejari Bandung lantas menanyakan dampak bila negara-negara tak melakukan daftar ulang ke Bandung. Nasri menyebut, bila negara tak daftar ulang, negara tersebut tak boleh mencetak uang.

"Nggak boleh cetak uang. Ada aset yang disimpan di Swiss bank pada tahun 1648 di perjanjian murder di Swiss penyimpanan aset pencetak uang," tuturnya.

Terkait daftar ulang ini, Nasri menyebut hal itu menjadi salah satu alasan adanya perkumpulan di Isola pada tahun 2019. Sebab, kata dia, perkumpulan itu sekaligus mengingatkan soal daftar ulang negara-negara di tahun 2020.

"Mengingat waktu. Karena batas tahun 2020 harus daftar ulang," katanya

Nasri juga dicecar soal visi misi Sunda Empire. Menurutnya, Sunda Empire hadir guna menyejahterakan masyarakat. Namun jawaban Nasri justru di luar pemikiran.

"Kalau menyejahterakan kan terkait uang, bagaimana sumber keuangan?" tanya Jaksa.

"Itu sudah ada sistem aset. Sistem aset itu seluruh negara tidak boleh mencetak uang. Pemerintahan manapun harus berdasarkan jumlah emas baru boleh cetak uang. Kalau tidak namanya utang obligasi. Kalau dilanggar, nggak sopan, kenapa dikasih persyaratan, silakan minta izin ke Sunda Empire," jawab Nasri.

(dir/mso)