Cerita Guru di Bogor Saat Siswanya Belajar Daring Selagi Pandemi

M. Sholihin - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 16:52 WIB
PAN Berikan Bantuan Gawai di Bogor
Anggota DPR RI dari fraksi PAN Eddy Soeparno (kaus putih) memberikan bantuan laptop kepada guru di Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Berbagai kendala dan tantangan dihadapi masyarakat dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mulai dari gangguan sinyal, minim kuota atau bahkan ketidakmampuan orang tua membelikan gawai untuk anak dalam menopang PJJ.

"Kesulitannya itu salah satunya itu dari pihak orang tua, karena ternyata tidak semua orang tua memiliki handphone yang bisa dipakai untuk belajar anak. Kadang orang tuanya punya satu handphone, tetapi dibawa ayah atau ibunya bekerja. Jadi proses belajar anak terganggu kan," kata guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor, Hani Triandini, ditemui di Jalan Dadali, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (20/8/2020).

"Ada juga yang punya handphone tetapi kuota terbatas, kadang ada juga satu handphone dipakai untuk lebih dari satu anak. Karena ada orang tua yang anaknya masih sekolah itu ada dua, dua-duanya SD, jam belajarnya sama. Jadi kalau ada tugas juga kan harus gantian. Belum lagi mood anak belajar makin berkurang," tutur Hani menambahkan.

Soal semangat belajar anak yang berkurang, kata Hani, juga sering dikeluhkan orang tua murid. Beberapa orang tua juga bercerita kalau anaknya bahkan enggan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Kedisiplinan murid juga berkurang karena proses belajar tidak dilakukan di sekolah.

"Soal disiplin anak juga jadi sangat berkurang. Ada juga beberapa orang tua yang curhat karena sering berantem, katanya sering marah-marah sama anak karena sering menolak setiap diajak belajar atau kerjakan tugas," cerita Hani usai menerima bantuan laptop dari Anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno.

"Kalau dari proses pembelajarannya itu, kebanyakan yang saya nilai itu banyak tugas anak yang dikerjakan orang tua, bukan anaknya. Kadang kan kelihatan dari tulisannya atau lainnya. Ya mungkin itu karena ingin cepat selesai kali ya," Hani menjelaskan.