Setelah SMA, SD-SMP di Jabar Akan Gelar KBM Tatap Muka Awal September

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 14:42 WIB
Poster
Ilustrasi (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk tingkat SD dan SMP kemungkinan akan dibuka kembali pada awal September 2020. Acuannya, bila KBM tatap muka yang digelar pada tingkat SMA/SMK di zona hijau per 18 Agustus ini stabil dan tak terjadi penambahan kasus COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan pembukaan sekolah ini akan dilakukan bertahap. Pihaknya akan melakukan evaluasi setiap dua pekan untuk melihat proses KBM ini kondusif dan zona kerawanan COVID-19 tak bergeser dari warna hijau.

Sekadar diketahui, ada 71 sekolah tingkat SMA/SMK yang diperbolehkan menggelar KBM tatap muka mulai pekan ini. "Kita mencoba melihat hijaunya dari kestabilan dari awal (tidak ada kasus COVID-19), evaluasinya per dua pekan. Nanti kestabilan dari zona kita evaluasi lagi, kalau terevaluasi berubah seperti itu, kebijakan akan berubah lagi, bahkan mungkin dari sekarang kondisi tatap muka berjumlah hanya 71 dan ke depannya bisa bertambah," ucap Dedi saat ditemui di Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/8/2020).

"Setelah kita lakukan vidcon dengan Disdik di kabupaten-kota, SD-SMP pun akan menyusul di awal September, untuk melihat kestabilan tatap muka di level SMA/SMK," ucap Dedi saat ditemui di Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/8/2020).

Menurutnya, selain zona hijau, kesiapan sekolah dalam menyiapkan infrastruktur protokol COVID-19 juga menjadi pertimbangan diperbolehkannya sekolah menggelar KBM tatap muka. "Dari 71 sekolah tingkat SMA-SMK, belum semua buka hari ini. Karena masih belum ada rekomendasi dari gugus tugas setempat, kita pun hanya menggelar KBM untuk mata pelajaran yang sulit diajarkan lewat daring, dan bagi SMK hanya untuk praktek," ujarnya.

Sementara itu, sekolah tingkat SMA/SMK yang diperbolehkan menggelar tatap muka berada di Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Majalengka, Cianjur, Garut, Tasik, Ciamis, Cirebon, Subang. "Dan rata-rata dari satu kabupaten itu, hanya sekitar dua sekolah. Itu pun rata-rata berada di sekolah yang konektivitas internetnya rendah. Kalau yang bagus harus memfasilitasi siswa-siswinya karena kesulitan di blank spot zonasinya atau tak memiliki sarana ponsel," tutur Dedi.

Simak video 'Sekolah di Daerah Terpencil Mau KBM Tatap Muka? Dengar Dulu Imbauan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)