KBM Tatap Muka SMA/SMK di Zona Hijau Jabar Digelar, Daerah Mana Saja?

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 16:29 WIB
Poster
Ilustrasi KBM tatap muka (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) Dedi Supandi mengatakan, dari 4.800 sekolah tingkat SMA/SMK di Jabar hanya 71 sekolah yang diizinkan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Daerah mana saja?

Dedi mengatakan 71 sekolah tersebut berada di daerah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Majalengka, Garut, Tasik, Ciamis, Cirebon, Subang. Ia mengatakan, selain berada di zona hijau, sekolah tersebut berada di daerah yang terletak di wilayah yang sulit terjangkau internet dan memiliki kesiapan infrastruktur pencegahan COVID-19 yang memadai.

"Cuma rata-rata dari satu kabupaten sekitar dua sekolah yang berada di sekolah dengan konektivitas internet rendah, kalau pun konektivitas bagus, (sekolah tersebut) memfasilitasi siswa-siswa yang berada di blank spot," ucap Dedi saat ditemui di Pasteur, Kota Bandung, Selasa (18/8/2020).

Ia mengatakan, ada sejumlah sekolah di kawasan Bandung Raya yang boleh menggelar KBM tatap muka. Tapi ia memastikan, jadwal dibukanya sekolah tersebut tak akan dalam waktu dekat mengingat masih fluktuatifnya penyebaran COVID-19 ini.

"Kabupaten Bandung kalau evaluasi dari 71 sekolah, ada dua sekolah tetapi untuk tatap sekolah pekan ini belum.

Kalau kita globalkan di daerah rata-rata sekolahnya di daerah yang maaf, perkampungan," ucapnya.

Dedi mengatakan, peserta didik yang masuk nanti akan dibatasi jumlahnya. Izin dari orang tua pun menjadi pertimbangan bagi Disdik untuk memperbolehkan peserta didik melakukan KBM tatap muka.

"Muridnya juga dibatasi, yang sehat menurut orang tua. Jadi siswa yang kurang sehat, tidak ikut KBM tatap muka. Selain itu KBM juga dilaksanakan empat jam, dari jam 7 - 11. Kalau masuk jam 07.30 selesai jam 11.30 WIB. Tidak ada istirahat, jalur masuk pun berbeda dengan jalur keluar. Sifatnya masih blended learning, jadi hanya untuk mata pelajaran yang siswa sulit saja kalau belajar daring seperti fisika, kimia, matematika," katanya.

Pihaknya pun akan melakukan evaluasi perdua pekan, pasalnya bisa saja ada kemungkinan zona kerawanan COVID-19 dari hijau, bergerak ke warna oranye. "Kita melihat kestabilan dari awal, evaluasinya dua pekan. Kestabilan dari zona kita evaluasi lagi, kalau terevaluasi seperti itu, kebijakan akan berubah lagi. Bahkan mungkin yang sekarang kondisi tatap muka dari 71 sekolah akan bertambah lagi ke depan," ucapnya.

Tonton juga video 'Sekolah di Zona Kuning dan Hijau Boleh Belajar Tatap Muka, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)