Kerugian Paket Kurban Bodong 'Big Boss' di Cianjur Capai Rp 9 M

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 14:58 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Cianjur -

Nilai kerugian korban penipuan berkedok paket kurban bodong di Cianjur terus bertambah. Polres Cianjur mencatat nilai kerugian mencapai Rp 9 miliar.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan nilai kerugian tersebut berdasarkan dua laporan polisi. Meski hanya dua laporan, hal itu mewakili ratusan korban lainnya.

"Untuk korban sudah ratusan orang, tapi yang lapor dua orang. Keduanya merupakan ketua kelompok dari paket, setiap orangnya memiliki lebih dari 200 peserta paket," kata Anton, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya untuk laporan pertama nilai kerugian sekitar Rp 3 miliar, sedangkan laporan kedua totalnya Rp 6 miliar. "Jadi jumlah keseluruhan kerugian dari korban yang sudah melapor sekitar Rp 9 miliar," tuturnya.

Anton mengaku pihaknya masih mengumpulkan bukti untuk menetapkan tersangka. Pasalnya bukti laporan dari pelapor hanya berupa pernyataan.

"Makanya kami upayakan kumpulkan bukti fisik. Diantaranya dokumen yang kami sita dari rumah terlapor," kata Anton.

Dia menargetkan dalam dua atau tiga pekan ke depan pihaknya sudah menetapkan tersangka. "Kalau proses hukum sudah naik ke penyidikan. Kalau penetapan tersangka dalam dua atau tiga pekan ke depan, tapi diupayakan secepatnya," ujar Anton.

Sekadar diketahui, beberapa pekan lalu Cianjur dihebohkan dengan munculnya dugaan kasus penipuan dengan modus paket murah. Bahkan untuk mendapatkan seekor kambing, peserta hanya perlu membayar Rp 15 ribu per bulan selama 10 bulan.

Sedangkan untuk paket kurban sapi, peserta cukup membayar iuran Rp 50 ribu per bulan selama 10 bulan.

Sayangnya, paket tersebut tak kunjung datang. Sehingga ratusan korban menggeruduk rumah mewah milik Big Boss paket bodong di Desa Limbangansari Kabupaten Cianjur.

(bbn/bbn)