Sudah 3 Pekan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Paket Kurban Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 18:09 WIB
Ratusan warga Cianjur diduga jadi korban investasi bodong paket kurban
Ratusan korban paket kurban Cianjur (Foto: Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Tiga pekan berlalu, polisi masih belum menetapkan tersangka kasus penipuan berkedok paket kurban dengan korban yang mencapai ribuan orang.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menetapkan 'Big Boss' paket kurban bodong sebagai tersangka. Sebab para korban mayoritas tidak menyerahkan bukti fisik.

"Kendala kita, bukti yang dibawa para korban hanya pernyataan sepihak dari para korban. Makanya kita upayakan cari bukti fisik, untuk melengkapi dokumen laporan sebelum menetapkan tersangka," kata dia, Rabu (19/8/2020).

Menurutnya barang bukti yang sudah dikumpulkan berupa dokumen-dokumen yang disita dari rumah terlapor.

"Setelah semua bukti lengkap, segera akan kami tetapkan sebagai tersangka dan amankan pelakunya. Kemungkinan sepekan atau dua pekan ke depan sudah ada penerapan tersangka," kata dia.

Anton mengaku dalam kasus ini tidak ada kendala, tetapi ada prosedur yang harus ditempuh agar penetapan tersangka tidak menjadi salah langkah.

"Ini kan kasus dugaan penipuan, barang bukti-nya harus lengkap sehingga prosesnya bisa tepat. Jadi meskipun sudah penyidikan belum ada penetapan tersangka," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, beberapa pekan lalu Cianjur dihebohkan dengan munculnya dugaan kasus penipuan dengan modus paket murah. Bahkan untuk mendapatkan seekor kambing, peserta hanya perlu membayar Rp 15 ribu per bulan selama 10 bulan.

Sedangkan untuk paket kurban sapi, peserta cukup membayar iuran Rp 50 ribu per bulan selama 10 bulan. Sayangnya, paket tersebut tak kunjung datang. Sehingga ratusan korban menggeruduk rumah mewah milik 'Big Boss' paket bodong di Desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur.

Tidak hanya mereka, ternyata ada ribuan orang yang juga menjadi korban dan pada akhirnya melapor ke polisi.

"Kami sudah ikuti proses hukum, kami melapor ke polisi untuk diselidiki lebih lanjut. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, terlapor belum ditangkap. Uang kami juga tidak jelas apakah bisa kembali atau bagaimana," ungkap Yayu, salah seorang korban.

(mso/mso)