Resepsi Pernikahan di Pangandaran Jadi Klaster Corona

Faizal Amiruddin - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 12:13 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Kasus positif Corona di Kabupaten Pangandaran bertambah lagi. Kali ini ditemukan kasus klaster penularan di wilayah Desa Cimerak. Diduga penularan terjadi pada sebuah acara resepsi pernikahan yang digelar oleh salah seorang warga. Hasil penelusuran sementara diketahui ada 6 orang yang sudah dinyatakan positif COVID-19. Termasuk kedua mempelai dan seorang anak berusia 7 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki menjelaskan temuan kasus ini berawal dari kedatangan pasien pria berinisial S warga Halmahera Provinsi Maluku Utara ke RSUD Pandega Pangandaran pada Rabu (19/8/2020). Pria ini datang dengan keluhan gangguan kesehatan, di antaranya sesak napas.

"Tim medis kemudian melakukan tes swab karena gejala gangguan kesehatan yang dialaminya dicurigai COVID-19. Beberapa jam kemudian diketahui ternyata pasien ber-KTP Halmahera ini positif COVID-19," ujar Yani, Kamis (20/8/2020).

Penelusuran langsung dilakukan tim surveilans. Rupanya pasien merupakan pengantin baru yang baru saja mempersunting seorang perempuan asal Desa/Kecamatan Cimerak. Resepsi pernikahan digelar pada hari Minggu lalu.

"Tadi malam kami langsung melakukan tes swab terhadap 11 orang kontak erat pengantin pria tersebut. Hasilnya ada 5 orang lagi yang positif. Jadi sementara ini total dari klaster hajatan itu ada 6 pasien positif, terdiri dari 2 warga Halmahera dan 4 warga Pangandaran," ucap Yani.

Mereka yang dinyatakan tertular atau dinyatakan positif COVID-19 itu termasuk pengantin perempuan dan keluarganya. Serta seorang dari keluarga pengantin pria.

Selain memeriksa kontak erat di kalangan keluarga, tim juga sempat melakukan tes swab terhadap petugas medis di klinik SO. Karena sebelum dibawa ke RSUD Pangandaran, pasien sempat ditangani di klinik tersebut. "Tapi Alhamdulillah 8 petugas medis di klinik SO yang sempat menangani pasien, hasil tes swab-nya negatif," kata Yani.

Atas kejadian ini GTPP COVID-19 Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan. Pasien yang mengalami gejala diisolasi di RSUD Pandega Pangandaran, sementara mereka yang tanpa gejala diisolasi mandiri. "Tim kami sudah turun untuk melakukan penelitian epidemiologi. Sejauh ini diduga virus dibawa oleh rombongan pengantin pria," Yani menjelaskan.

Karena ini acara hajatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak, Yani mengatakan ada kemungkinan dilakukan pemeriksaan massal. "Tapi nanti dilihat dulu hasil PE. Apakah perlu dilakukan isolasi satu kampung atau bagaimana itu tergantung hasil penelitian. Yang jelas kami tangani secara serius," ujar Yani.

Kemunculan kasus ini menurut Yani hendaknya bisa membuat masyarakat lebih waspada karena masa pandemi COVID-19 ini belum berakhir. Masyarakat harus semakin disiplin dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

(bbn/bbn)