Pandemi COVID-19

Warga di Cimahi dan Cianjur Dilarang Pawai Obor Tahun Baru Islam

Ismet Selamet, Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 21:05 WIB
Perayaan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah di Kabupaten Bandung berlangsung meriah. Beragam atraksi menarik semarakkan acara tersebut.
Ilustrasi (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi dan Pemkab Cianjur melarang warganya menggelar pawai obor saat peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Pasalnya masih dalam masa pandemi COVID-19.

Pawai obor sendiri telah menjadi tradisi setiap malam menjelang bergantinya tahun dalam kalender islam. Di Kota Cimahi sendiri, pawai obor biasanya dilakukan masyarakat di sejumlah titik.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono mengatakan dasar pelarangan tersebut karena saat ini kasus positif COVID-19 di Kota Cimahi kembali mengalami lonjakan menjadi 40 kasus positif aktif atau 165 kasus positif secara keseluruhan.

"Betul, pawai obor memperingati Tahun Baru Islam dilarang. Karena kasus COVID-19 sedang tinggi dalam 2 pekan terakhir," ungkap Harjono kepada detikcom, Rabu (19/8/2020).

Nantinya petugas Satuan Polisi Pamong Praha (Satpol) PP Kota Cimahi akan melaksanakan patroli di pusat keramaian sambil melakukan pengawasan aktivitas masyarakat.

"Satpol PP akan melakukan patroli rutin untuk mengingatkan penerapan protokol kesehatan. Tapi patrolinya bukan operasi khusus membubarkan keramaian perayaan 1 Muharram," jelasnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat melaksanakan perayaan pergantian Tahun Baru Islam secara sederhana dan tidak memaksakan pelaksanaan pawai obor.

"Silakan rayakan secara sederhana saja tidak perlu dengan pawai obor. Bisa menggelar kegiatan di masjid dengan berdoa bersama," terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan kondisi COVID-19 tidak memungkinkan adanya kerumunan masyarakat, termasuk digelarnya pawai obor.

"Jangan dulu (pawai obor), masih kondisi pandemi. Khawatir terjadi penularan jika ada kerumunan, apalagi di zona merah," kata Herman via telepon seluler, Rabu (19/8/2020).

Dia mengaku bakal memberikan sanksi jika ada kecamatan zona merah yang menggelar pawai obor di tengah pandemi COVID-19. Tetapi untuk kecamatan yang menjadi zona hijau, masih diperbolehkan dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker hingga jaga jarak.

"Yang zona hijau silakan, asal tetap jalankan protokol kesehatan. Tapi lebih baik tidak dulu," ucapnya.

Herman berharap momen pergantian tahun baru Islam memberikan semangat baru dan membuat COVID-19 segera berlalu. "Di tahun yang baru semoga pandemi ini berlalu, supaya semuanya bisa kembali normal. Ekonomi, pendidikan, dan lainnya bisa seperti semula," pungkasnya.

(mso/mso)