Guru di Pangandaran Harus Tes Swab Sebelum KBM Tatap Muka

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 10:49 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Pangandaran terus dilakukan. Pemkab Pangandaran hendak melakukan tes swab secara acak bagi guru-guru untuk menekan risiko terjadinya penularan virus Corona di sekolah.

"Rencananya kami lakukan dulu tes swab secara acak bagi guru-guru. Kemudian setelah berjalan, akan dilakukan kembali tes swab secara berkala," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Rabu (12/8/2020).

Langkah ini menurut Jeje sangat penting untuk memantau kondisi di sekolah, sehingga risiko penularan bisa ditekan. Kalau pun ditemukan ada kasus positif bisa diantisipasi lebih awal dan cepat.

"Guru-guru harus bersedia dites swab. Ini demi kebaikan bersama. Pengambilan sampel swab secara acak dan berkala ini sudah kami lakukan pula terhadap pelaku usaha pariwisata di Pangandaran," kata Jeje.

Dia menjelaskan proses pemeriksaan spesimen swab di Pangandaran tidak akan memakan waktu berhari-hari. Sehingga tidak terlalu membuat orang yang diperiksa merasa waswas.

"Kita kan sudah punya alat PCR. Jadi pemeriksaan tak akan lama, beberapa jam hasilnya sudah bisa diketahui. Memiliki alat PCR juga menjadi salah satu alasan yang membuat saya berani untuk membuka sekolah, tapi guru-guru harus bersedia diperiksa swab," kata Jeje.

Mengenai kapan sekolah di Pangandaran dibuka kembali, dia mengatakan akan diputuskan pada Kamis (13/8/2020) besok. Jeje berencana menggelar rapat membahas KBM tatap muka.

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Pangandaran Agus Nurdin mengaku sudah menyiapkan skema pembelajaran jika nantinya sudah dilakukan KBM tatap muka langsung di sekolah. "Aturan ini sudah disosialisasikan sebulan yang lalu, karena sudah kita desain. Sekarang saya lagi cek kesiapan sekolah dari sisi sarana antara lain tempat cuci tangan dan lainnya. Jika ada kekurangan akan kita sempurnakan," tutur Agus.

Rencana pembukaan kembali sekolah kata Agus untuk sementara ini hanya bagi jenjang SD dan SMP. "Kalau untuk PAUD dan TK, nanti setelah SD dan SMP berjalan dan hasil evaluasinya aman," ucap Agus.

(bbn/bbn)