Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Pemkab Pangandaran Siapkan 81 Ribu Face Shield

Faizal Amiruddin - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 13:44 WIB
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
Foto: Istimewa
Pangandaran -

Kabupaten Pangandaran menjadi satu dari 163 daerah di tanah air yang diperbolehkan membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka oleh pemerintah pusat. Hal ini langsung direspons oleh Pemkab untuk melakukan persiapan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Pangandaran Dodi Zubardi mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi dan persiapan. Menurut dia panduan protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah disiapkan.

"Kami langsung koordinasi, baik dengan sekolah-sekolah maupun dengan pimpinan. Tentunya secara prinsip kami sudah siap dan memedomani aturan. Misalnya mengenai waktu maksimal belajar yang dibatasi selama 4 jam," kata Dodi, Sabtu (8/8/2020).

Dia juga menjelaskan di Kabupaten Pangandaran selama ini tidak ada sekolah yang menggelar pembelajaran daring. "Di Pangandaran selama ini kami lakukan secara luring (luar jaringan). Jadi guru-guru yang menyebar," kata Dodi.

Sementara itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya akan mempercepat pengadaan 81 ribu face shield sebagai persiapan pembukaan kembali sekolah. Face shield itu akan dibagikan secara gratis kepada seluruh pelajar yang ada di Pangandaran.

"Harus disiapkan dulu segala sesuatunya. Yang pertama seluruh kelas dan lingkungan sekolah dilakukan sterilisasi, menyiapkan tempat cuci tangan, masker, faceshield. Itu yang harus dipersiapkan dulu," kata Jeje.

Mengenai ketersediaan dana, Jeje mengaku sudah tak ada masalah. Pemkab Pangandaran sudah mendapatkan dana insentif daerah (DID) tambahan dari Pemerintah Pusat karena dianggap sebagai daerah yang melakukan penanganan pandemi Corona dengan baik.

"Kita kan dapat DID tambahan sebesar Rp 14 miliar dari pusat. Itu salah satunya untuk pendidikan di tengah pandemi," kata Jeje.

Jeje berharap penutupan sekolah dalam waktu yang cukup lama akibat pandemi bisa memberi hikmah bagi seluruh orangtua siswa.

"Ternyata memberikan pendidikan bagi anak-anak bukan hal yang mudah. Banyak orangtua siswa yang mengeluh kepada saya. Keberadaan sekolah ternyata sangat penting, sehingga mudah-mudahan ke depan sinergitas antara orangtua siswa dan pihak sekolah semakin baik," papar Jeje.

(ern/ern)