Musim Kemarau, 12 Kecamatan di Sukabumi Rentan Kekeringan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 16:36 WIB
Hamparan sawah terlihat kering di Kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/8/2019).
Ilustrasi kekeringan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Sukabumi -

Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sukabumi rentan mengalami kekeringan saat memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau pihak desa untuk mulai melakukan sejumlah antisipasi.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengatakan perkiraan BMKG untuk Kabupaten Sukabumi harusnya mulai memasuki musim kemarau pada Agustus ini. Namun dari 12 kecamatan, baru dua kecamatan yang melaporkan krisis air bersih.

"Ada 12 kecamatan yang rentan, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat hanya sebagian, Gegerbitung, Sukalarang, Gunungguruh, Bantargadung, Palabuhanratu, sebagian Cisolok, lalu Ciemas dan Ciracap. Kalau untuk laporan sudah masuk dari Bantargadung dan Gunungguruh, sudah mulai melaporkan kebutuhan air minum," kata Eka, Kamis (6/8/2020).

Menurut Eka, BPBD sudah melakukan komunikasi dengan beberapa desa untuk antisipasi musim kemarau yang berdampak kepada kekeringan. "Saran kita desa segera membangun embung, di desa mereka, kedua jangka panjangnya reboisasi atau penghijauan. Kemudian kita kerja sama dengan PDAM dan Damkar untuk support kebutuhan air di masa darurat," tutur Eka.

Selain berkurangnya kebutuhan air bersih akibat kekeringan saat musim kemarau, Eka mengingatkan rentannya kebakaran lahan di beberapa kecamatan. "Selain itu kita juga rentan kebakaran lahan, seperti Ciemas, Palabuhanratu, Gunungguruh Cisaat, Cibadak khususnya daerah Gunung Walat. Kita imbau agar tidak membuang puntung bekas rokok sembarangan dan ketika berkemping jangan lupa mematikan api," ujar Eka.

(sya/bbn)