PUI Pertanyakan Gelar Pahlawan yang Tak Kunjung Datang untuk KH Ahmad Sanusi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 13:31 WIB
Pertemuan Bupati Sukabumi Marwan Hamami dengan perwakilan PUI.
Pertemuan Bupati Sukabumi Marwan Hamami dengan perwakilan PUI (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Nama KH Ahmad Sanusi dikenal baik oleh masyarakat di Sukabumi, sosok ajengan berkopiah hitam yang melakukan perlawanan mengusir penjajah dengan berdakwah menggelorakan rasa nasionalisme santri dan anak muda pada massanya.

Bahkan nama pria yang lahir pada 18 September 1889 diabadikan sebagai nama jalan dan terminal di Kota Sukabumi. Ajengan Sanusi demikian orang menyebutnya bahkan mendirikan Al-Ittahadul Islamiyah (AII) di awal era penjajahan Jepang sebuah organisasi di bidang pendidikan dan ekonomi yang kemudian berubah nama menjadi PUII (Persatuan Umat Islam Indonesia) pada tahun 1944.

Hingga saat ini PUI berjuang keras agar ajengan Sanusi mendapat gelar pahlawan dari pemerintah pusat. Berkali-kali diajukan, berkali-kali juga gelar pahlawan tidak kunjung datang untuk ajengan Sanusi.

Usulan itu kembali mengemuka saat perwakilan organisasi PUI melakukan pertemuan dengan Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2020).

"Kami sudah mengajukan beberapa kali, bahkan salah satu profesor di UNPAD yakni Profesor Nina Lubis seorang guru besar sejarah yang mendorong gelar pahlawan namun entah kenapa selalu kandas," ucap Endid Badrudin Ketua umum PUI Kabupaten Sukabumi kepada wartawan.

Endud mengaku tidak dikabari, apa saja alasan kekurangan untuk memproses gelar pahlawan utuk ajengan Sanusi dari pihak pemerintah. Endud menilai seharusnya pemerintah pusat membuka diri apa-apa saja kriteria yang harus dipenuhi oleh PUI mendorong gelar pahlawan.

"Mereka (pemerintah) tidak terbuka hanya kemarin yang terakhir itu katanya ada kekurangan, apa kekurangannya itu dari pihak di Jakarta tidak terbuka, pernah dipenuhi katanya masih kurang tidak tahu dimana kekurangannya itu," keluhnya.

Endud mengatakan PUI akan terus berjuang untuk gelar pahlawan KH Ahmad Sanusi, ia dan seluruh anak ideologis ajengan Sanusi tidak akan pernah bosan untuk mendorong hal itu.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak yang berkepentingan terkait gelar pahlawan. Catatan, KH Ahmad Sanusi ini salah satu anggota dengan nomor urut 36 di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan tertulis dalam sebuah prasasti di Gedung KAA Bandung," pungkas Endud.

Sementara itu, diwawancarai terpisah Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan pihaknya sudah banyak berperan menguatkan rekomendasi kepada panitia yang mengusulkan gelar pahlawan untuk ajengan Sanusi.

"Secara sejarah KH Ahmad Sanusi ini tidak meragukan lagi, ketika disebut ada kekurangan tinggal dari pihak panitia mencari dimana kekurangannya itu. Dari pemerintah daerah sebenarnya tidak mendiamkan malahan kami menguatkan rekomendasinya kepada panitia. Makanya akan terus kita dorong supaya nanti tidak gagal lagi," ujarnya.

(mso/mso)