Pandemi COVID-19, Pemkab Sukabumi Salurkan Bansos Rp 80 Milyar Lebih

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 20:08 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumi -

Sepanjang masa pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Sosial telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebesar Rp 80.584.027.000.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Teja Sumirat mengatakan anggaran bansos Tahap I tersebut mencapai total Rp 84.973.627.000. Namun setelah disalurkan hanya terpakai sekitar Rp 80 milyar.

"Realisasi anggaran yang disalurkan telah sesuai dengan peruntukannya. Semua ada data secara terperinci dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Teja melalui rilis yang diterima detikcom, Rabu (5/7/2020).

Untuk penyaluran ke masyarakat Teja mengatakan telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan terealisasi sebanyak 127.997 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) dari data awal sebanyak 128.016 KRTS.

"Ada 19 orang yang tidak datang dan tidak mengambil bantuan, sehingga dari jumlah total 128.016 KRTS maka yang terealisasi 127.997 KRTS, jika dikali masing-masing mendapat Rp 600 ribu orang maka realisasinya sebesar Rp 76.798.200.000," ungkapnya.

Selain kepada KRTS bansos juga dicairkan untuk kegiatan non tunai yang meliputi bantuan untuk Guru MDTA, DMI, Imam Masjid, Marbot, pelaku seni, pekerja seni dan lainnya sebanyak 3.281 orang hingga terealisasi sejumlah Rp 1.968.600.000.

"Selanjutnya dana juga diperuntukkan untuk disabilitas dan jompo bedridden (terbaring ditempat tidur) yang tersalurkan 438 orang sehingga terealisasi sebesar Rp 262 juta," ungkap Teja.

Untuk dana operasional penyaluran melalui PT POS Indonesia, dari anggaran total terpakai sebesar Rp 1.536.192.000. Untuk tim pengolah data sebanyak 5 orang sebesar Rp 6.250.000 lalu untuk anggaran kegiatan monitoring lapangan penyaluran bansos ke 47 Kecamatan sebesar Rp 11.985.000.

"Dari anggaran BTT BST tahap I yang dianggarkan sebesar Rp 84.973.627.000 maka, sesuai rincian terealisasi sebesar Rp 80.584.027.000. Sehingga sisa anggaran sebesar Rp 4.389.600.000. Sisa ini sudah dikembalikan ke kas daerah dan buktinya ada dan lengkap teradministrasi dengan baik," jelasnya.

"Kami tidak mau gegabah dalam mengelola anggaran tersebut. Pak bupati (Marwan Hamami) sangat mewanti-wanti akan hal ini, bahkan sempat memberikan ultimatum tidak boleh ada pemotongan anggaran covid untuk masyarakat," tambahnya.

(sya/mso)