Jelang Musda, Fungsionaris Partai Somasi Ketua Golkar Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 18:35 WIB
Fungsionaris Partai Golkar Erwin M Thamrin saat memberikan keterangan pers didampingi kuasa hukumnya.
Fungsionaris Partai Golkar Erwin M Thamrin saat memberikan keterangan pers didampingi kuasa hukumnya (Foto: Faizal Amirudin/detikcom).
Pangandaran -

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Pangandaran, dinamika politik di internal partai mulai terjadi. Salah seorang fungsionaris partai Erwin M Thamrin melayangkan somasi kepada Ketua DPD Golkar Pangandaran M. Taufik atas dugaan penghinaan dan fitnah bukan kader Golkar.

"Bagi saya ini merupakan penghinaan, karena saya tercatat sebagai fungsionaris yang secara otomatis saya adalah kader dan berhak mencalonkan diri menjadi Ketua DPD. Dan KTA Golkar saya pun ditandatangani oleh Ketua Umum partai Golkar (Erlangga Hartanto). Mestinya Ketua DPD paham strata keanggotaan di partai Golkar," ungkap Erwin, saat menggelar jumpa pers di kantor kuasa hukumnya di Parigi Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/8/2020).

Erwin menjelaskan kejadian itu berawal dari upaya yang dilakukan dirinya bersama kawannya yang bernama Yayan Sugiantoro. Karena memang berniat mencalonkan diri dalam Musda Golkar, dia melakukan gerakan politik dengan melakukan komunikasi dengan pengurus Golkar tingkat kecamatan.

Namun hal itu direspon oleh Taufik dengan menghubungi Yayan via telepon. Pada pembicaraan itulah terlontar kalimat yang menyebut Erwin bukan kader Golkar. "Sementara kepada saya, Taufik menuduh hendak mengacak-acak Partai Golkar. Rekamannya ada," timpal Yayan.

Erwin melanjutkan sikap Ketua DPD Golkar itu dinilai mencederai proses demokrasi di partai Golkar. "Saya berhak mencalonkan diri jadi Ketua DPD, makanya saya memandang ucapan itu sesuatu yang serius, dan menciderai proses demokrasi di partai Golkar. Golkar itu partai modern, bukan partai otoriterisme dan feodalisme. Tak bisa seperti itu," kata Erwin.

Selain melayangkan somasi dan berharap Taufik mencabut pernyataannya dan meminta maaf, Erwin mengaku akan terus berupaya untuk mencalonkan diri dalam Musda Golkar Pangandaran. "Peraturan organisasi kan jelas. Siapa yang boleh mencalonkan, apa saja syaratnya. Mengapa harus marah-marah," kata Erwin.

Kuasa hukum Erwin, Didik Puguh Indarto menambahkan somasi diberikan dalam waktu 3 x 24 jam. "Jika tak digubris maka kami akan melapor ke polisi atas dugaan penghinaan dan fitnah," kata Didik.

Dikonfirmasi terpisah Ketua DPD Golkar Kabupaten Pangandaran Mohamad Taufik mengatakan somasi yang dilayangkan kepadanya adalah hal yang wajar.

Sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Pangandaran dia juga mengaku wajar jika dirinya dan pengurus partai mengaku sudah didatangi dan diganggu menjelang pelaksanaan Musda.

"Kan wajar saya marah. Kalau kemarahan saya mau disomasi ya silahkan saja. Kan ini mengganggu rumah tangga Partai Golkar," ucap Taufik.

Tonton video 'Airlangga: Target Pilkada 2020 Golkar Meraih Kemenangan 60 Persen':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)