Viral Lagu Ani Diparodikan dengan Kasus Dugaan Penipuan Paket Kurban

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 18:53 WIB
Seorang pria memperlihatkan video parodi penipuan di Canjur.
Seorang pria memperlihatkan video parodi penipuan di Canjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Sebuah video parodi dari lagu Rhoma Irama berjudul Ani viral di media sosial dan WhatsApp grup. Terutama di kalangan korban dugaan kasus penipuan investasi berkedok paket kurban.

Lagu dipilih lantaran terlapor yang berinisal HA atau yang kerap disapa Ani itu memiliki kesamaan dengan nama yang disebut dam Lagu Raja Dangdut itu. Namun judul lagu parodi diubah dan diberi judul 'Ada Bom Dirumahku'.

Judul itu diambil berdasarkan pesan suara yang diduga merupakan suara Direktur Investasi Paket Kurban, yang mengaku pergi dari rumah saat para peserta datang lantaran ada ancaman bom. Sehingga terlapor meminta waktu beberapa hari untuk memenuhi tanggung jawabnya pada ribuan peserta investasi tersebut.

Lirik awal dari lagi Ani-Roma Irama diubah dan disesuaikan dengan keluh para korban yang hanya dibalas dengan alasan pergi karena ancaman bom.

Penasaran? Begini lirik dalam lagu parodi yang memadukan bahasa Sunda dan Indonesia tersebut.

Ani... Ani....
Mana paket urang (Mana paket saya)
Paket domba tea (paket domba itu)
Ani... Ani...
Meni tega kitu (sungguh tega begitu)
Nepika diundur deui (sampai diundur lagi)

Karna ada ancaman bom
Jadi ani takut.

Ani... Ani...
Alesanmu itu
Sungguh memuaskan

Lagu yang disebar dalam video itu ditutup dengan tulisan Paket sabar dengan gambar para korban yang mendatangi rumah mewah milik terlapor di Desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur.

B (25) salah seorang korban mengaku mendapat video parodi lagu tersebut dari temannya yang juga korban penipuan berkedok paket kurban.

Dia berharap dengan sudah viralnya kasus tersebut, HA bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Dapat dari teman, sesama korban. Cukup menghibur, katanya dibuat oleh korban juga. Tapi terpenting kami berharap hak kami dipenuhi, proses hukum berjalan," kata dia.

Sementata itu, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan pihaknha membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan.

"Korbannya banyak, sehingga kami bentuk timsus untuk menyelidiki kasus ini. Modusnya juga tidak hanya paket kurban, tapi ada paket lebaran, hingga elektronik. Kami akan serius menangani kasus ini," ujar dia.

(mso/mso)