Pulang Pengajian, Anggota Kelompok Motor Serang Suami-Istri di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 21:19 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi kasus penganiayaan (dok detikcom)
Sukabumi -

Aksi tak pantas ditiru dilakukan anggota salah satu kelompok motor di Sukabumi. Pulang pengajian mereka nekat menyerang suami-istri, inisial Mu dan Kha, warga kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung.

Peristitiwa itu bermula saat ratusan anggota kelompok motor itu menghadiri pengajian yang diadakan salah satu masjid milik sebuah yayasan di wilayah Nyalindung, Kamis (9/7) malam.

"Pengajian rutin setiap malam Jumat yang kebetulan pada malam itu di hadiri juga oleh Kapolres Sukabumi Kota dan beberapa staf, kegiatan tersebut mengundang komunitas motor dari XTC dan GBR kurang lebih 200 orang yang datang," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif kepada detikcom, Jumat (10/7/2020).

Setelah acara pengajian selesai sekitar pukul 21.30 WIB, dengan pengawalan polisi kelompok itu membubarkan diri dengan pengawalan ketat polisi. Menurut Lukman, acara pengajian itu memiliki tujuan bagus untuk mendidik dan membina anggota komunitas motor yang diundang.

Dalam perjalanan ke Kota Sukabumi, kelompok motor itu dikawal personel Polsek Nyalindung, dipimpin langsung Kapolsek AKP Aguk Khusaini. Ketika sampai di Terminal Jubleg, wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, informasi soal aksi kekerasan dilakukan rombongan salah satu kelompok motor.

"Ketika sampai di terminal Jubleg Baros Kota Sukabumi (petugas) mau menyerahkan pengawalan ke petugas Polsek Baros dan Polsek Cibeureum. Saat itu ada Informasi bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap warga yang di lakukan oleh rombongan komunitas motor XTC," ujar Lukman.

Saat itu, sambung Lukman, Kapolsek dan anggota langsung mengecek ke TKP. Benar saja saat itu terjadi penganiayaan. Korban langsung dibawa ke RS Syamsudin SH untuk mendapatkan perawatan.

"Korban Mur dan Kh, keduanya suami-istri. Pelaku membacok korban Mur pada bagian belakang kepala dan saudari Kha mengalami luka pada pelipis kiri serta luka pada bagian tengah leher depan," ungkap Lukman.

Hingga saat ini polisi masih menggali keterangan saksi-saksi, termasuk keterangan dari korban dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang terkait dengan peristiwa itu. "Anggota mengamankan barang bukti berupa sebilah golok tanpa gagang yang ditemukan di TKP," ujar Lukman.

(sya/bbn)