Minta Kejelasan soal Uangnya, Nasabah Geruduk Kantor Minna Padi Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:11 WIB
Nasabah geruduk kantor Minna Padi di Bandung
Foto: Nasabah geruduk kantor Minna Padi di Bandung (Donnya Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Puluhan nasabah menggeruduk kantor cabang PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Mereka menagih dana investasi usai 6 produk reksa dana MPAM dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Puluhan nasabah berpakaian putih tersebut mendatangi kantor cabang PT MPAM di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020). Mereka juga memasang spanduk di gerbang kantor cabang tersebut.

Dalam aksinya, mereka ditemui oleh dua orang perwakilan dari kantor cabang PT MPAM Bandung. Para nasabah ini meminta kepastian pendistribusian dana investasi tersebut.

Adapun 6 produk reksa dana yang dilikuidasi OJK pada Oktober 2019 tersebut di antaranya Reksa Dana Minna Padi Keraton II, Property Plus, Pasopati Saham, Pringgondani Saham, Amanah Saham Syariah dan Hastinapura Saham.

"Dari awal produk ini dibubarkan OJK, kita nasabah kesulitan untuk mendapatkan hak-hak kita. Di dalam itu nggak bisa. Kita lihat OJK diam, Minna Padi juga diam. Tiap kita tanya nggak ada jawaban yang jelas buat kita, sudah hampir setahun. Kita harus menunggu sampai kapan?" ucap salah seorang nasabah Minna Padi Anton Novrianto di kantor cabang PT MPAM.

Anton menuturkan ada sekitar 400-600an nasabah asal Jawa Barat yang menempatkan aset di PT MPAM dengan minimal investasi Rp 500 juta. Sejak enam produk reksa dana dilikuidasi, para nasabah tak kunjung mendapat kepastian soal pengembalian dana.

"Kalau dari setiap kejadian nggak ada kepastian buat nasabah, kita mau bagaimana ke depannya, kita nasabah harus percaya sama siapa lagi?. Minna Padi cuma bilang sedang mengupayakan itikad baik. Cuma itu saja. Tapi prosesnya seperti apa, perintah dari regulator seperti apa kewajiban perusahaan seperti apa, hak kita seperti apa tidak ada dijawab," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2