Daftar Balon Bupati Bandung, Seorang ASN Dinyatakan Langgar Kode Etik

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 15:54 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detkcom).
Kabupaten Bandung -

Seorang aparatur sipil negara (ASN) dinyatakan melanggar kode etik dan kode perilaku oleh Komisi ASN. Ia diduga melanggar setelah diketahui mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Bandung dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung dalam Pilkada 2020 nanti.

Dari dokumen yang dimiliki detikcom, nama Ayep Rukmana disebut melanggar kode etik dan kode perilaku sebagai ASN. Nama Ayep dilaporkan atau direkomendasikan ke KASN oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung.

Bawaslu memberikan beberapa bukti serta informasi kepada KASN terkait pelanggaran yang dilakukan pejabat fungsional di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung tersebut.

"4 ASN yang sudah dilimpahkan kepada KASN, di antaranya sudah dikenai sanksi, satu sudah ada putusan dari KASN," ujar Kordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia, Minggu (5/7/2020).

Ada tiga perbuatan yang dinilai KASN dan Bawaslu dilanggar oleh ASN tersebut. Pertama, Ayep kedapatan dan mengakui mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Bandung dari Partai Gerindra pada 15 November 2019 lalu.

Kedua, terbukti menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon bupati yang disampaikan melalui media online. Kemudian, yang ketiga, Ayep kedapatan telah memasang baliho untuk mempromosikan diri sebagai balon bupati.

"ASN tersebut diberikan sanksi sedang. Kita diminta untuk mengawal yang harus dilakukan oleh pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Bupati Bandung," katanya.

Tonton video'Detik-detik 3 Pencuri Santuy Gondol 2 Sepeda di Bandung':

Selanjutnya
Halaman
1 2