21 Karyawan Unilever Positif Corona, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Tes PCR

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 14:46 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar kepala daerah di tingkat kabupaten-kota untuk mewajibkan industri melakukan tes PCR minimal 10 persen dari jumlah karyawan yang ada. Langkah tersebut untuk menindaklanjuti 21 karyawan PT Unilever di Cikarang, Kabupaten Bekasi yang terkonfirmasi Corona atau COVID-19.

"Tes masif terus, dalam dua minggu ke depan, selain pasar, pariwisata dan terminal, kita akan fokus ke industri. karena kasus di Unilever di Kabupaten Bekasi itu lintas wilayah, kerjanya di Bekasi, ada yang datang (pekerja) dari Karawang sebagian," ujar Emil, sapaan Ridwan, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

"Maka kewaspadaan ekonomi yang sudah dibuka, meminta kepada kepala daerah untuk mewajibkan industri besar melakukan tes PCR mandiri minimal 10 persen dari total pekerja secara acak untuk memastikan tidak ada anomali lainnya," ucap Emil menambahkan.

Sekadar diketahui, 21 karyawan di pabrik PT Unilever Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, positif COVID-19. Kini, operasional pabrik tersebut disetop sementara.

Dalam keterangan resmi di situsnya, Unilever Indonesia telah menghentikan seluruh operasional di gedung TBB sejak 26 Juni 2020 setelah ada laporan mengenai beberapa karyawan di bagian engineering gedung TBB yang terkonfirmasi positif Corona.

Unilever Indonesia lalu menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk melakukan contact tracing dan mewajibkan tes PCR bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang. Gedung TBB tersebut merupakan salah satu kompleks pabrik Unilever Indonesia di Cikarang. Di dalam kompleks, ada beberapa gedung lain yang terpisah.

"Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," kata Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso, dalam keterangannya.

(yum/bbn)