Dishub Ciamis Akan Alihkan Kendaraan Angkutan Barang ke Lingkar Selatan

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 12:17 WIB
Simpang Imbanagara lokasi dialihkannya kendaraan berat dan barang yang masuk Ciamis. Tak akan lahi masuk wilayah perkotaan.
Simpang Imbanagara lokasi dialihkannya kendaraan berat dan barang yang masuk Ciamis. Tak akan lagi masuk wilayah perkotaan. (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Kendaraan angkutan barang yang masuk ke wilayah Ciamis, pada pertengahan atau akhir Juli 2020 nanti tak akan lagi masuk perkotaan. Dinas Perhubungan (Dishub) Ciamis berencana mengalihkan kendaraan barang ke jalur Lingkar Selatan atau Jalan Oto Iskandardinata.

Hal itu dilakukan sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan jalan yang kondisinya sudah baik. Rencananya, kendaraan barang akan mulai dialihkan pada 2 Juli 2020. Namun karena masih ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi.

"Persiapan dan pelatihan sudah. Kelayakan jalan sudah memadai berdasarkan dari Dinas PU. Tapi masih ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi, seperti rambu lalu lintas. Beberapa kabel jaringan PLN dan Telkom di beberapa titik yang perlu ditinggikan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Senin (29/6/2020).

Saat ini Dishub terus berupaya memperbaiki kekurangan tersebut. Sehingga di pertengahan atau akhir Juli bisa segera di launching untuk pengalihan kendaraan angkutan barang di Ciamis.

Kendaraan barang yang dialihkan dimulai dari simpang Imbanagara (gapura selamat datang) menuju Cijeungjing. Yang dialihkan hanya yang menuju arah Banjar-Jawa Tengah. Sedangkan yang menuju Cirebon masih bisa masuk perkotaan. Karena saat ini Ciamis belum memiliki jalur lingkar Utara.

"Panjang jalur Lingkar Selatan sekitar 17 Kilometer keluar di wilayah Cijeungjing. Selanjutnya kendaraan barang kembali ke jalur utama menuju Banjar dan Jawa Tengah," ungkap Endang.

Endang menyatakan kecepatan kendaraan yang melintas di Jalan Lingkar Selatan tak melebihi 80 kilometer. Karena meskipun jalan cukup luas dan rata, namun banyak penduduk. "Setelah diberlakukan nanti, kami akan terus evaluasi untuk perbaikan-perbaikan lainnya," ucapnya.

Menjadi sebuah keuntungan bagi kendaraan barang ketika dialihkan. Hal ini akan membantu kelancaran, sehingga barang segera sampai tujuan. Karena bila masuk ke perkotaan yang lalu lintasnya cukup padat, pengiriman barang dipastikan terhambat.

"Kami juga ingatkan, bagi kendaraan barang yang masuk Ciamis, agar tidak melakukan bongkar muat di perkotaan. Nanti kita siapkan tempat untuk bongkar muat. Supaya tidak menghambat transportasi lain," tegas dia.

Sekretaris Organda Ciamis Ekky Bratakusuma mengaku setuju dengan kebijakan tersebut. Karena di wilayah Priangan Timur, hanya Ciamis saja yang kawasan pemerintahan dan Pendopo dilewati kendaraan angkutan berat dan barang.

"Saya sebagai masyarakat serta Organda juga mengharapkan sekali, optimalisasi Jalan Lingkar Selatan, karena dibuat salah satunya untuk mengurangi kepadatan di dalam kota. Membatu kelancaran transportasi umum," jelas Ekky.

(mud/mud)